REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang resmi melantik 22 ASN. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah berlangsung di Aula Kantor Bupati lantai 4, Selasa, 25 November 2025.
Para ASN yang dilantik terdiri dari 6 pejabat administrator, 2 pengawas, 5 fungsional, serta sembilan tenaga kesehatan yang dipercaya memimpin puskesmas. Pelantikan ini merupakan bagian dari mutasi jabatan kedua sejak Bupati Harno menjabat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Harno menegaskan bahwa proses pelantikan dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Ia mengungkap butuh waktu hampir sebelas bulan untuk mempelajari kecocokan dan kinerja para ASN sebelum diputuskan untuk dilakukan pengisian posisi.
“Jadi memang setelah jalan sebelas bulan, kita untuk mendalami mengetahui semuanya maka kemarin dilakukan (mutasi) yang pertama. Kemudian juga kedua setelah mengetahui mana yang cocok mana yang pas, karena untuk menempatkan sesuatu yang tepat ini tidak mudah,” ujarnya.
Harno menambahkan, kesalahan dalam penempatan jabatan dapat berdampak pada perlunya mutasi ulang. Karena itu, ia bersama wakil bupati memilih langkah hati-hati.
“Saya membutuhkan waktu untuk melihat semuanya dari awal, saya bersama Pak Wabup mempelajari kecocokan. Karena kalau salah dalam penempatan itu nanti mikir lagi, akan ada mutasi lagi. Nah, kita pelan-pelan hati-hati agar bisa menempatkan posisi yang tepat,” tegasnya.
Ia menekankan perubahan birokrasi merupakan tuntutan yang tidak bisa dihindari, sehingga pemerintah daerah memerlukan aparatur berintegritas, kompeten, dan berkomitmen kuat dalam menjalankan amanah.
“Pelantikan hari ini adalah wujud dari upaya kita untuk memastikan bahwa jabatan diberikan kepada pejabat yang memiliki kualifikasi terbaik dan mampu menjawab tantangan yang terus berkembang,” ujarnya.
Harno berpesan agar pejabat administrator dan pengawas mampu menjadi motor penggerak efektivitas program pemerintah.
“Saya berharap anda semua dapat menjadi penggerak utama dalam memastikan bahwa setiap kebijakan dan program pemerintahan berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai aturan,” pesannya.
Kepada pejabat fungsional, ia mendorong agar terus meningkatkan kompetensi sesuai keahlian masing-masing.
“Peran fungsional sangat penting dalam menghasilkan layanan profesional berdasarkan keahlian dan keterampilan tertentu,” ujarnya.
Sementara kepada sembilan kepala puskesmas yang baru dilantik, Harno menegaskan pentingnya peran mereka dalam pembangunan kesehatan.
“Anda memegang peran strategis dalam pembangunan kesehatan di tingkat paling dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Tia















