BLORA, Beritajateng.id – Proyek pengerjaan betonisasi sepanjang satu kilometer di ruas Jalan Jepon-Bogorejo melebihi batas waktu target yang telah ditentukan. Pembangunan yang dimulai pada 4 September 2025 itu sebenarnya harus diselesaikan pada 15 Desember 2025 sesuai kontrak.
Dalam pantauan di lokasi, hingga Rabu, 17 Desember 2025 proyek jalan tersebut bahkan tahap pengecorannya belum selesai. Material padas atau tanah urug masih di atas jalan, sehingga mengakibatkan kemacetan tanpa adanya pengaturan lalu lintas.
Diketahui, proyek itu dikerjakan oleh CV Nara Djaja. Adapun kontrak pembangunan Jalan Jepn-Bogorejo menghabiskan anggaran sebesar Rp3,17 miliar yang bersumber dari APBD Blora.
Salah satu anggota DPRD Blora yang berdomisili di Bogorejo, Supardi, berharap proyek itu segera selesai. Pasalnya, pengerjaan proyek sudah melampaui waktu yang telah tertulis di dalam kontrak.
“Saya setiap hari melintasi jalan itu. Pernah mandek beberapa hari, tapi 2 minggu belakangan dikebut,” ungkap Supardi, Rabu, 17 Desember 2025.
Lebih lanjut, ia memberi catatan pada keterlambatan pengerjaan yang seharusnya selesai pada 15 Desember 2025, khususnya pada denda yang diberlakukan.
“Kalau ada denda keterlambatan harus dicermati. Jangan sampai pendel (tanah urug) belum selesai tapi sudah dianggap selesai,” katanya.
Pihaknya menyayangkan adanya keterlambatan tersebut sebab menurutnya masyarakat sudah senang dan menantikan kondisi Jalan Jepon-Bogorejo dalam keadaan mulus.
“Disana kan ada dua proyek, yang satu IJD dan yang satu dari APBD. Kalau yang IJD itu terhitung cepat, dan kemungkinan bisa selesai akhir Desember,” tambahnya.
Senada dengan Supardi, Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto berharap pengerjaan jalan tersebut segera selesai agar bisa dimanfaatkan oleh warga menjelang tahun baru.
“Ya semoga cepet beres. Akhir tahun harus selesai,” singkat Siswanto.
Disisi lain, warga Desa Sendangrejo, Kecamatan Bogorejo, Nanto, mengaku lebih sering tidur ditempat kerja untuk mengindari keterlambatan akibat kemacetan di ruas jalan yang sedang dalam pembanguan itu.
“Sekarang sering tidur di tempat kerja di Ngawen. Sebelumnya sering melintasi jalan ini, Alhamdulillah ini udah dibangun meskipun sedikit lama,” terangnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















