KAB.SEMARANG, Beritajateng.id – Banjir bandang menerjang Dusun Daleman, Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang pada Selasa petang, 30 Desember 2025. Akibatnya, sejumlah rumah warga tertimbun material tanah longsor yang terbawa banjir.
Salah satu warga yang rumahnya, Sri Suparni mengungkap, sebelum banjir bandang menerjang, hujan dengan intensitas tinggi sempat mengguyur wilayah tersebut.
“Jam 15.00 itu hujan, lalu tiba-tiba kejadian banjir bandang ini, rumah saya terkena timbunan lumpur semua ini sampai sekarang masih tertimbun,” katanya, Selasa malam, 30 Desember 2025.
Ia menduga banjir tersebut disebabkan oleh adanya aktivitas tambang galian C yang tidak jauh dari lokasi permukiman warga dan Rest Area KM 455 B milik Pemprov Jateng.
“Ada, ada fotonya ini kegiatan pengerukan tanah,” ujarnya singkat.
Sampai saat ini, proses pembersihan masih terus dilakukan oleh pihak BPBD Kabupaten Semarang, Polsek dan Koramil Tuntang, serta relawan dan unsur lainnya.
Mendengar kabar tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening mengaku geram dengan adanya dugaan aktivitas tambang galian C.
“Harus ada yang bertanggungjawab, siapapun pihak pengelola dari aktivitas tersebut, karena kejadian ini sudah sangat merugikan warga di sekitarnya. Sehingga kami minta siapapun pengelola, siapapun pihak yang terlibat, harus bertanggung jawab,” tegas Bondan.
Bondan juga menekankan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang turun langsung menyelesaikan masalah tambang itu, baik pemkab sebagai pemilik wilayah maupun Pemprov Jateng sebagai pemilik Rest Area.
“Meski misalnya kok proyek itu bukan milik mereka (Pemkab Semarang, red), mereka bisa jadi jembatan penyelesaian masalah ini kepada pihak yang mestinya harus bertanggung jawab, karena ini korbannya warga, harus ada yang bertanggungjawab,” katanya.
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Mansuri juga menekankan agar pihak pengelola dugaan tambang galian C yang belum diketahui itu bertanggung jawab.
“Ini sudah yang ketiga kalinya seperti ini, masa mau diam saja tidak mau bertanggung jawab, harus ada yang bertanggung jawab, siapapun itu. Mau Pemkab Semarang, Pemprov Jateng, maupun perorangan,” sebutnya kembali.
Mansuri juga menyatakan berdasarkan informasi warga sekitar bahwa sebelum kejadian, memang ada aktivitas penggalian tanah di sekitar permukiman warga.
“Ada, ada fotonya di foto warga, ini ada aktivitas penggalian tanah di sini, jadi kami minta tanggung jawabnya kepada warga,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















