SEMARANG, Beritajateng.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang memastikan kasus Super Flu belum ditemukan di Ibu Kota Jawa Tengah. Meski begitu, masyarakat diminta tetap waspada karena penyebaran virus yang diperkirakan cepat menular.
Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam menjelaskan, super flu merupakan virus influenza tipe A yang sama seperti Influenza pada umumnya. Perbedaannya terletak pada sub klaster atau subclade K yang dilaporkan memiliki tingkat penularan lebih cepat.
“Penyebarannya memang lebih cepat, tetapi dari data yang ada, tidak ditemukan peningkatan angka kematian maupun rawat inap,” jelasnya, Selasa, 6 Januari 2026.
Sejak informasi mengenai Super Flu muncul pada Agustus 2025 lalu, pihaknya telah mengirimkan sejumlah sampel ke laboratorium rujukan nasional.
“Alhamdulillah, sampai hari ini hasil pemeriksaan laboratorium nasional menunjukkan tidak ada kasus sub klaster K di Kota Semarang,” tegasnya.
Meski demikian, Abdul Hakam mengimbau masyarakat tetap waspada dan menerapkan langkah pencegahan sebagaimana Influenza pada umumnya.
Ia menjelaskan, apabila masyarakat mengalami gejala flu seperti batuk, pilek, atau demam maka disarankan untuk beristirahat di rumah, menghindari kontak dengan orang lain, serta mengonsumsi makanan dan minuman bergizi.
“Kalau demam bisa minum obat penurun panas. Kalau belum sembuh, silakan periksa ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit bila diperlukan,” ujarnya.
Mengenai vaksinasi Super Flu, Abdul Hakam menegaskan bahwa vaksin Influenza tetap efektif untuk mencegah penularan dan mengurangi keparahan gejala apabila terinfeksi.
“Kalaupun tertular kemudian divaksin, biasanya tidak sampai parah, tidak sampai masuk rumah sakit, apalagi sampai menyebabkan kematian. Itu bisa dicegah dengan vaksin Influenza,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti tingginya mobilitas masyarakat saat ini sebagai salah satu faktor cepatnya penularan virus. Perjalanan antarkota hingga antarnegara menurutnya menjadikan virus semakin mudah menyebar.
“Pagi di Semarang, siang sudah di Malaysia atau Singapura. Mobilisasi luar biasa ini sangat mempengaruhi penularan virus,” ujarnya.
Abdul Hakam menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh. Saat mulai merasakan gejala flu, masyarakat diminta segera menghentikan aktivitas dan fokus pada pemulihan.
“Bed rest di rumah, makan yang segar, lakukan hal-hal yang membuat rileks atau me time. Itu penting untuk meningkatkan imunitas,” tuturnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















