DEMAK, Beritajateng.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merespon bencana banjir Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar. Banjir itu disebut akibat dari saluran air atau sifon di Kecamatan Gajah tidak berfungsi optimal.
Saluran tersebut dinilai tidak lagi mampu menampung debit air, terutama saat curah hujan tinggi. Kondisi ini diperparah oleh tumpukan sampah yang menghambat aliran.
Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang guna mengatasi persoalan banjir tersebut.
“Untuk penanganan jangka pendeknya di pompa. Selain itu, saya juga sudah memerintahkan pengerahan alat berat untuk mengeruk sampah agar aliran air bisa kembali lancar,” ujar Suharyanto saat kunjungan ke Demak, Sabtu, 17 Januari 2026.
Untuk solusi jangka panjang, pihaknya akan segera melaporkan kondisi tersebut kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar dilakukan perbaikan infrastruktur, khususnya dengan memperbesar saluran air di wilayah tersebut.
“Segera akan kita laporkan kepada Kementerian PU untuk jangka panjangnya agar ini (sifon) supaya dibuat menjadi lebih besar lagi,” lanjutnya.
Suharyanto juga mengungkapkan, banjir yang terjadi di Demak tahun ini tidak separah saat banjir pada 2024 lalu yang diakibatkan jebolnya tanggul Sungai Wulan di Norowito.
Ia menjelaskan Sungai Wulan telah dilakukan normalisasi oleh Kementerian PU, sehingga di tahun 2025 dan 2026 wilayah tersebut tidak terdampak banjir besar seperti sebelumnya.
Namun, genangan banjir ternyata masih terjadi di sejumlah daerah cekungan akibat jalur air yang tersumbat dan kapasitas saluran yang terbatas. Kondisi ini menyebabkan akses jalan, permukiman hingga lahan pertanian terdampak.
“Ini yang menjadi prioritas kami, dengan melakukan jangka pendek dengan dipompa dan jangka panjangnya akan kami laporkan kondisi saluran air ini ke Kementerian PU,” tegasnya.
Dengan penanganan terpadu antara pemerintah pusat dan daerah, BNPB berharap risiko banjir di Demak dapat diminimalkan serta dampaknya terhadap masyarakat dan sektor pertanian dapat ditekan.
Sementara itu, Wakil Bupati Demak, Muhammad Badruddin juga mengungkap bahwa salah satu penyebab banjir di wilayah Kecamatan Karanganyar adalah fungsi sifon di wilayah Gajah yang kurang optimal.
Ia berharap BNPB dapat mendorong perbaikan saluran air tersebut sehingga kondisi banjir di wilayah Kecamatan Karanganyar, khususnya di Dukuh Kedung Banteng, Desa Wonorejo dapat teratasi dan tidak terulang lagi di tahun berikutnya.
“Tadi kita laporkan kepada pak Suharyanto semoga ada perhatian kedepannya biar tidak ada banjir terulang lagi. Kami pemerintah daerah juga sudah berusaha dibantu bersama warga untuk antisipasi ini,” ujar Gus Bad, sapaan akrabnya.
Diberitakan sebelumnya, perbaikan saluran air atau sifon di wilayah Kecamatan Gajah membutuhkan anggaran Rp110 miliar. Sehingga hal itu memerlukan kolaborasi lintas sektor serta pemerintah daerah, provinsi hingga pusat.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















