GROBOGAN, Beritajateng.id – Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat angka kecelakaan di perlintasan sebidang daerah Kabupaten Grobogan mengalami penurunan pada 2025 kemarin.
Berdasarkan data KAI Daop 4 Semarang, ada sebanyak lima kejadian kecelakaan KA di perlintasan sebidang berupa temperan antara kendaraan dengan kereta api pada 2024. Jumlah tersebut menurun menjadi tiga kejadian pada 2025.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan penurunan angka kecelakaan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya peningkatan keselamatan yang dilakukan secara konsisten bersama para pemangku kepentingan.
“Perjalanan kereta api menjadi prioritas utama dan keselamatannya harus dijaga betul karena membawa banyak nyawa. Berbagai langkah telah dilakukan Daop 4, mulai dari sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, koordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, serta instansi terkait, hingga penutupan perlintasan sebidang,” ujarnya, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia menjelaskan, KAI Daop 4 Semarang terus mengintensifkan upaya keselamatan sepanjang 2025. Tercatat, kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang di seluruh wilayah Daop 4 mencapai 351 kali, meningkat sekitar 40 persen dibandingkan 2024 yang sebanyak 251 kali.
Selain itu, penutupan perlintasan sebidang yang tidak memenuhi kriteria keselamatan juga mengalami peningkatan. Pada 2025, sebanyak 21 perlintasan sebidang telah ditutup. Jumlah ini naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 18 perlintasan.
Menurut Luqman, langkah-langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pengguna jalan, bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.
“Keselamatan pengguna jalan dan kereta api harus dijaga bersama. Awareness masyarakat sangat penting, terutama saat melintasi perlintasan sebidang,” jelasnya.
Meski tren kecelakaan menunjukkan penurunan, KAI Daop 4 Semarang menegaskan kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Pengguna jalan diimbau untuk selalu berhenti sejenak, menengok kiri dan kanan, serta memastikan kondisi aman sebelum melintasi perlintasan, khususnya di perlintasan yang belum dilengkapi palang pintu.
“Kecelakaan di perlintasan sebidang masih didominasi oleh faktor kelalaian pengguna jalan. Beberapa detik untuk berhenti dan memastikan aman dapat menyelamatkan nyawa,” tambah Luqman.
Ke depan, KAI Daop 4 Semarang akan terus melakukan evaluasi dan penguatan aspek keselamatan, termasuk mendorong penutupan perlintasan sebidang tidak dijaga yang tidak memenuhi ketentuan, serta meningkatkan standar keselamatan di perlintasan yang masih beroperasi.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















