BLORA, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora kembali mengusulkan pembangunan irigasi ke Pemerintah Pusat. Total pembangunan yang diusulkan sebanyak tiga irigasi dengan anggaran sebesar Rp7 miliar.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Surat, mengungkap usulan itu dilakukan melalui program instruksi presiden (Inpres) Irigasi.
Menurutnya nominal yang diusulkan pada 2026 ini lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Sebab pada 2025 kemarin ada tujuh titik usulan pembangunan irigasi ke Pemerintah Pusat dengan nominal mencapai Rp9 miliar.
“Tahun ini merencanakan mengusulkan impres irigasi. Ada tiga DI (Daerah Irigasi, red), total anggaran Rp7 miliar,” terang Surat, Senin, 2 Februari 2026.
Pembangunan tiga irigasi itu, kata dia, tersebar di tiga kecamatan. Diantaranya DI Musyafa di Kecamatan Kedungtuban, lalu DI Karanggeneng Kecamatan Kunduran, dan DI Lalungan di Kecamatan Tunjungan.
“Panjang (usulan Inpres Irigasi, red) sekitar 4 kilometer saluran, sama bangunan-bangunan konstruksi saluran, dan bangunan pelengkap irigasi,” terang Surat.
Surat mengungkap pengusulan itu tidak hanya meliputi pembangunan jaringan irigasi primer dan sekunder. Ia menuturkan Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora juga mengusulkan jaringan irigasi tersier.
“Nanti dari Kabupaten Blora, akan berupaya, akan mengusulkan impres irigasi tersier. Dimana nanti akan didorong oleh temen-temen DP4. Kami di DPUPR bertugas jaringan irigasi primer dan sekunder. Kemudian untuk dokumen DED (Detail Engineering Design) tersier akan disediakan dari DP4,” jelasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















