JEPARA, Beritajateng.id – Sebanyak 60 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Jepara menerima bantuan 30 unit gerobak dan 30 unit tenda. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Bupati Witiarso Utomo dan Wakil Ketua di Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid di Pendopo R.A. Kartini, Senin, 16 Februari 2026.
Acara penyerahan bantuan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Jepara Arizal Wahyu Hidayat, Ketua Komisi B DPRD Jepara Purwanto, serta Direktur CV Indah Jaya Toys, Setia Edi.
Abdul Wachid menjelaskan bantuan gerobak dan tenda bagi pelaku UMKM ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi yang digulirkan melalui mitra kerja Komisi VIII DPR RI, yakni Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dengan dukungan dana dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Menurutnya, penguatan sektor usaha kecil menjadi salah satu strategi konkret dalam pengentasan kemiskinan.
“Program ini kami arahkan untuk memperkuat usaha masyarakat agar pendapatannya meningkat dan tidak perlu merantau ke luar daerah,” ujarnya.
Ia juga menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Jepara yang mengajukan tambahan bantuan untuk tahun mendatang. Bahkan, pihaknya siap mengawal realisasi penambahan tersebut agar semakin banyak pelaku UMKM yang merasakan manfaat.
Tak hanya itu, Abdul Wachid menuturkan kolaborasi juga akan diperluas melalui pengembangan program ZChicken yang ditargetkan hadir di ratusan desa di Jepara.
“Setiap desa kami rencanakan memiliki minimal dua unit usaha ZChicken sebagai motor penggerak ekonomi lokal,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Jepara yang akrab disapa Mas Wiwit mengatakan total bantuan mencapai 30 unit tenda dan 30 unit gerobak untuk 60 pelaku UMKM di berbagai desa. Selain itu, terdapat tambahan 10 unit tenda dari CV Indah Jaya Toys sebagai bentuk dukungan dunia usaha terhadap penguatan UMKM.
Mas Wiwit menegaskan selain bantuan sarana usaha, Pemkab Jepara juga terus mendorong kemudahan akses permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Setiap bulan, sekitar 250 hingga 300 UMKM siap kami fasilitasi untuk mendapatkan pembiayaan KUR. Pemerintah pusat juga mendorong optimalisasi penyalurannya karena tersedia alokasi besar dari perbankan,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebijakan terbaru memungkinkan pelaku UMKM mengakses KUR hingga tiga kali, dengan plafon pembiayaan mulai nominal kecil hingga maksimal Rp1 miliar.
Melalui sinergi pemerintah pusat, DPR RI, pemerintah daerah, dan sektor swasta, diharapkan UMKM Jepara dapat berkembang lebih profesional, tertata, dan mampu naik kelas menjadi usaha yang berdaya saing serta berkelanjutan.
Salah satu penerima bantuan, Suwarsono (69), penjual kerang asal Karangkebagusan, mengaku sangat terbantu dengan gerobak baru yang diterimanya. Selama ini, ia berjualan menggunakan gerobak lama yang sudah rusak.
“Gerobak saya sudah berlubang dan belum ada biaya untuk memperbaiki. Hasil jualan hanya cukup untuk kebutuhan harian. Alhamdulillah bantuan ini sangat membantu,” tuturnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















