DEMAK, Beritajateng.id – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mempercepat perbaikan tanggul jebol di Sungai Tuntang, Desa/Kecamatan Kebonagung. Perbaikan ini ditargetkan rampung pada Jumat, 20 Februari 2026 besok.
Diketahui, tanggul tersebut mengalami jebol pada Senin, 16 Februari 2026 akibat tidak kuat menahan debit air di Sungai Tuntang yang cukup tinggi. Hal ini sejumlah rumah warga serta area persawahan kebanjiran.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OPSDA) 4 BBWS Pemali Juana, Heri Santoso, mengatakan perbaikan tanggul sepanjang kurang lebih 50 meter itu mulai diperbaiki dengan alat berat pada Rabu, 18 Februari 2026.
“Ini hari Kamis sudah masuk hari kedua, dari target kami tiga hari untuk penutupan tanggul. Metode kerjanya masih sama, kini kami fokus pada penutupan tanggul dengan lima unit excavator dan satu dozer,” ujarnya, Kamis, 19 Februari 2026.
Pada hari pertama, ada dua fokus penanganan sekaligus, yakni penutupan tanggul dan pembukaan alur saluran irigasi. Saat ini, saluran irigasi telah kembali mengalir normal sehingga layanan irigasi di wilayah hilir terpenuhi dan genangan di rumah warga serta lahan pertanian mulai surut.
Sebelum proses penutupan dilakukan, pihaknya terlebih dahulu membersihkan dan mengeringkan lokasi karena banyaknya genangan yang menghambat kinerja alat berat. Selanjutnya pemancangan bambu dan glugu dilakukan pada tubuh tanggul, kemudian diratakan (leveling) untuk menutup tanggul yang jebol.
“Saat ini tinggal menaikkan dan merapikan. Untuk sementara setinggi tanggul eksisting dulu, kemudian akan kami tambahkan sekitar setengah hingga satu meter karena biasanya terjadi penurunan akibat material baru yang masih membutuhkan konsolidasi,” jelasnya.
Setelah penutupan dan perapian selesai, pihaknya akan menunggu sekitar satu minggu untuk proses konsolidasi tanah. Setelah itu, pagar bronjong akan dipasang guna memperkuat struktur tanggul.
“Kalau langsung dipasang bronjong, dikhawatirkan masih terjadi penurunan tanah sehingga konstruksi menjadi tidak rapi dan kurang kuat,” katanya.
Pagar bronjong rencananya akan dipasang sepanjang minimal 60 meter, termasuk tambahan sayap pengunci sekitar lima meter di sisi kanan dan kiri titik tanggul yang jebol. Dengan percepatan perbaikan ini, diharapkan risiko banjir susulan dapat diminimalkan dan aktivitas warga kembali normal.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















