PEKALONGAN, Beritajateng.id – Festival Balon Udara Tambat 2026 kembali menyemarakkan langit Kota Pekalongan dengan menampilkan puluhan balon berwarna-warni yang diterbangkan secara aman dan terkendali. Kegiatan tahunan ini menjadi wadah kreativitas masyarakat sekaligus upaya melestarikan tradisi balon udara tanpa mengganggu keselamatan penerbangan.
Berbeda dengan balon udara liar, festival ini menerapkan sistem tambat yakni balon diterbangkan menggunakan tali pengaman sehingga tetap berada dalam kendali. Konsep tersebut sejalan dengan tema tahun ini, “Jaga Tradisi, Jaga Langit, Jaga Kota”.
Perwakilan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dinporapar) Kota Pekalongan, Fajar, mengatakan festival tahun ini diikuti oleh 79 peserta yang dibagi ke dalam empat grup untuk memudahkan koordinasi dan penilaian.
“Tema yang diangkat tahun ini adalah Jaga Tradisi, Jaga Langit, Jaga Kota. Kegiatan berlangsung pada 23–24 Maret untuk babak penyisihan, dan final digelar 28 Maret 2026 di Stadion Hoegeng,” ujarnya, Selasa, 24 Maret mendatang 2026.
Tak hanya lomba balon udara, festival ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, komunitas seni, hingga pelaku UMKM. Beragam kegiatan pendukung seperti pertunjukan seni, bazar kuliner khas, dan pameran kerajinan lokal turut memeriahkan acara.
“Festival ini tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga keselamatan dan lingkungan dalam tradisi balon udara.” Tambahnya.
Pemerintah Kota Pekalongan pun berharap kegiatan ini terus dilestarikan sebagai identitas budaya yang aman dan bernilai positif.
“Selama balon-balon ini ditambatkan sesuai aturan panitia, maka budaya ini bisa terus dilestarikan tanpa menimbulkan dampak berbahaya bagi jalur lalu lintas udara maupun dampak buruk lainnya,” pungkas Fajar.
Salah satu peserta, Heri Mulyono, mengaku antusias mengikuti festival meski baru pertama kali berpartisipasi.
“Ini pertama kali kami ikut, tapi kami optimistis bisa menampilkan yang terbaik,” katanya.
Sementara itu, peserta asal Kabupaten Pekalongan, Husni Mubarok, menyebut ajang ini menjadi sarana positif untuk menyalurkan kreativitas generasi muda. Ia mengaku timnya telah empat kali mengikuti festival tersebut.
“Ini ke-empat kalinya kami ikut memeriahkan tradisi ini, menang kalah itu tidak penting, bisa rutin ikut saja sudah menyenangkan bagi kami.” Ujarnya.
Antusiasme juga datang dari pengunjung. Husen, warga Kabupaten Batang, mengaku terkesan dengan ragam desain balon yang ditampilkan.
“Ini pertama kali saya melihat festival balon udara, motifnya bagus-bagus dan idenya keren,” tuturnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















