PEKALONGAN, Beritajateng.id – Sebanyak 114 peserta bertanding dalam turnamen padel Grand Keisha Padel Court di kawasan Medono, Sabtu, 10 Oktober 2026. Ratusan peserta itu tidak hanya dari Kota Pekalongan, melainkan juga datang dari Batang, Jepara, dan Semarang.
Wali Kota Afzan Arslan Djunaid menyambut positif hadirnya fasilitas olahraga baru tersebut. Ia mendorong pembinaan atlet padel dilakukan secara konsisten melalui kolaborasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan cabang olahraga terkait.
“Dengan dukungan fasilitas dan pembinaan yang berkelanjutan, potensi atlet lokal diharapkan dapat berkembang dan mampu berprestasi dalam berbagai kejuaraan,” ujarnya saat pembukaan Grand Keisha Padel Court.
Menurut Aaf, sapaan akrabnya, penyelenggaraan kompetisi berskala besar berpeluang meningkatkan daya tarik olahraga padel sekaligus memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dengan demikian, pengembangan olahraga diharapkan turut membuka peluang bagi sektor kuliner dan batik untuk ikut berkembang,” jelas Aaf.
Sementara itu, Owner Grand Keisha Padel Court, H.M. Andy Arslan Djunaid, merencanakan turnamen pada 2027 dengan total hadiah Rp500 juta hingga Rp1 miliar. Kompetisi tersebut diharapkan mampu mendatangkan pemain dari berbagai daerah ke Kota Pekalongan.
“Supaya menggemparkan seluruh Indonesia. Kalau itu bisa terjadi, seluruh pemain padel bisa datang ke Pekalongan. Kalau semuanya datang ramai-ramai, kuliner bisa ramai, batik bisa ramai, dan Pekalongan lebih dikenal,” ujar Andy.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Utia Lil















