SALATIGA, Beritajateng.id – Harga tiket bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) rute Salatiga–Jakarta mengalami kenaikan signifikan. Saat ini, tarif tiket berkisar antara Rp350.000 hingga Rp800.000, tergantung kelas dan fasilitas yang ditawarkan masing-masing perusahaan otobus.
Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh jenis layanan, mulai dari kelas bisnis hingga eksekutif dengan fasilitas tambahan seperti kursi reclining, AC, hingga layanan makan. Sejumlah calon penumpang mengaku keberatan dengan tingginya harga tiket, terlebih di momen arus balik Lebaran.
Salah seorang penumpang yang ditemui di kawasan Tingkir, Salatiga, Warsito mengungkapkan keluhannya terkait lonjakan tarif tersebut. Ia menilai harga tiket saat ini cukup memberatkan.
Meski demikian, ia mengaku tidak memiliki banyak pilihan karena kebutuhan untuk kembali ke tempat kerja.
“Bagi saya harga tiket Rp600.000 mahal. Tapi ya mau bagaimana lagi, memang harga tiketnya sekarang segitu,” ujarnya, Selasa, 24 Maret 2026.
Meski dikeluhkan, bus AKAP masih menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat. Hal ini karena armadanya lebih banyak pilihan dibanding moda transportasi lainnya. Selain itu, jarak antara rumah dengan terminal pemberangkatan juga lebih dekat daripada ke stasiun kereta api.
“Kalau naik kereta api, harus ke Semarang atau ke Solo dulu. Jatuhnya biaya lebih tinggi karena ada tambahan biaya ke Solo atau ke Semarang. Kalau naik bus, bisa naik dari Terminal Tingkir yang jaraknya dekat dengan rumah,” ujar penumpang lainnya, Eko.
Disamping itu, menurut Eko tempat pemberhentian bus di Jakarta juga tidak jauh dari rumah kontrakan.
“Secara biaya lebih hemat naik bus ketimbang kereta api. Jadi saya pilih naik bus saat mudik,” ucapnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















