SALATIGA, Beritajateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga meningkatkan pelayanan skrining dan deteksi dini kepada masyarakat setempat sebagai upaya menghadapi penyakit Tuberkulosis (TB).
Wali Kota Robby Hernawan menyebut penyakit yang menyerang paru-paru tersebut masih menjadi ancaman serius di daerah. Menurutnya Tuberkulosis tidak hanya berdampak pada kesehatan namun juga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
“Tuberkulosis masih menjadi persoalan serius. Penanganannya membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan saja,” katanya, Jumat, 17 April 2026.
Ia menjelaskan, penguatan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Pemkot Salatiga juga terus mendorong peningkatan skrining dan deteksi dini di masyarakat.
“Langkah ini penting untuk menemukan kasus lebih cepat sehingga penanganan dapat segera dilakukan,” katanya.
Tak hanya itu, ia menuturkan edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan guna menghilangkan stigma terhadap penderita TB. Menurutnya, stigma negatif justru menjadi penghambat dalam upaya penanggulangan penyakit tersebut.
“Kesadaran masyarakat sangat penting. Dengan pemahaman yang baik, penularan TB bisa dicegah sejak dini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga Prasit Al Hakim menyatakan, pihaknya terus melakukan upaya deteksi dini Tuberkulosis dengan program skrining.
“Skrining menjadi langkah efektif dalam mendeteksi kasus TB secara dini. Melalui deteksi cepat, penanganan bisa segera dilakukan dan penularan dapat ditekan,” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















