REMBANG, Beritajateng.id – Aktivis Aliansi Masyarakt Pati Bersatu (AMPB) yakni Supriyono alias Botok bersama Teguh Istanto menyoroti polemik pengisian perangkat Desa Sumber di Kecamatan Sumber, Rembang.
Keduanya datang ke desa tersebut pada Minggu malam, 19 April 2026, sehari menjelang aksi protes warga yang dijadwalkan berlangsung Senin, 20 April 2026. Botok menegaskan kehadirannya untuk memberikan dukungan kepada warga setempat yang menolak adanya pengisian perangkat desa karena dinilai tidak sesuai aturan.
“Saya datang untuk memberi dukungan dan apresiasi kepada warga yang berani bersuara.
Ini bukan pengisian, tapi penambahan perangkat. Dari informasi yang saya terima, jumlah perangkat di sini sudah terlalu banyak,” ujarnya, Minggu, 19 April 2026.
Botok juga menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas, seiring meningkatnya keresahan warga yang menolak kebijakan tersebut.
Di sisi lain, Camat Sumber, Wijayanti, memastikan pemerintah kecamatan tidak tinggal diam. Meski sempat menjalani tugas di luar daerah, ia mengaku terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
“Kami tetap mengikuti perkembangan. Tidak mungkin ada pembiaran dalam kondisi seperti ini,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, Kepala Desa Sumber telah menyatakan kesiapan untuk membuka ruang dialog dengan warga. Audiensi dijadwalkan digelar di balai desa dengan jumlah peserta terbatas.
“Besok akan difasilitasi audiensi, sekitar 10 orang perwakilan warga hadir di kantor desa,” jelasnya.
Wijayanti menekankan seluruh proses pengisian perangkat desa harus berjalan sesuai regulasi. Ia juga menanggapi berbagai isu yang berkembang, termasuk dugaan adanya pengkondisian dalam proses tersebut.
“Kalau kita tekankan, kepala desa harus berjalan sesuai aturan,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang, Teguh Gunawarman, menyatakan pihaknya telah mengambil langkah koordinatif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Forkopimcam, panitia pengisian perangkat desa, hingga tim pengendali dan inspektorat.
“Kami sudah mengundang semua pihak. Perwakilan warga yang kontra juga sudah menyampaikan aspirasi, meski saat itu belum bisa dijawab karena kepala desa tidak berada di tempat,” terangnya.
Untuk meredam ketegangan, kata dia, audiensi lanjutan akan digelar dengan pembatasan jumlah peserta agar tetap kondusif.
“Kurang lebih 10 orang yang akan menyampaikan aspirasi. Nanti kita dengarkan bersama,” katanya.
Teguh juga menegaskan pentingnya netralitas dalam proses pengisian perangkat desa. Ia meminta panitia dan pemerintah desa tidak memihak atau melakukan pengkondisian terhadap calon tertentu.
“Semua harus berjalan sesuai aturan dan fair play,” tegasnya.
Terkait penambahan dua dusun yang menjadi dasar kebijakan, ia menyebut proses administratif telah dilalui, mulai dari musyawarah dusun hingga verifikasi oleh tim terkait, termasuk Inspektorat dan bagian hukum.
Teguh pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, terutama oleh pihak luar yang berpotensi memperkeruh situasi.
“Jangan sampai ini ditunggangi pihak luar. Mari kita jaga persatuan,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















