KENDAL, Beritajateng.id – Sebanyak empat calon jemaah haji (calhaj) tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Makkah karena tidak lolos dalam pemeriksaan istita’ah di Asrama Haji Donohudan.
Dua diantara empat calhaj tersebut berasal dari kloter 19 yakni Susmadya, warga Limbangan, yang dipulangkan karena sakit. Istrinya, Suhartinah, turut dipulangkan karena berstatus sebagai pendamping.
Selain itu, dua jemaah dari Kloter 20 juga dipulangkan karena alasan kesehatan. Keduanya diketahui mengalami demensia, yakni Tumiran Susjupri, warga Desa Juwiring, Kecamatan Cepiring, serta Wasti Sutarno, warga Desa Payung, Kecamatan Weleri.
“Data ini masih bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan kondisi kesehatan para jemaah,” kata Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, Selasa, 28 April 2026.
Selain itu, jemaah atas nama Martinah Sumaryono juga tidak bisa melanjutkan perjalanan karena harus menjalani perawatan transfusi darah akibat kadar hemoglobin (HB) di RSU dr. Moewardi Solo. Meski begitu ia masih berkesempatan terbang ke Makkah apabila kondisi kesehatannya berangsur pulih.
“Jika kondisi kesehatannya telah stabil, yang bersangkutan direncanakan akan diberangkatkan pada kloter berikutnya,” ungkap Agus.
Petugas KBIH Makkah Madinah, Muhammad Zaki Nursekha menjelaskan, salah satu calon jemaah haji yang dipulangkan atas nama Wasti Sutarno dinyatakan mengalami demensia saat pemeriksaan di embarkasi Solo.
“Pelepasan jam 4 pagi, sampai sana mungkin kecapekan. Mungkin itu bisa berpengaruh juga,” sambungnya.
Sementara itu, putra Wasti, Eko, berharap ibunya dapat kembali diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji pada tahun depan.
“Ibu saya berangkat bersama istri. Namun ibu yang gagal berangkat, sementara istri saya tetap berangkat. Katanya ibu saya kemungkinan bisa berangkat tahun depan. Semoga tahun depan diberikan kesehatan,” harapnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















