REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang tengah mempertimbangkan dua opsi terkait lokasi proyek pembangunan RSUD Rembang Timur. Dua opsi tersebut kini masih dalam tahap kajian.
“Ini masih kita godok, terutama soal lokasi. Mana yang paling memungkinkan dan efisien untuk jangka panjang,” ujar Bupati Rembang, Harno, Rabu, 29 April 2026.
Harno mengungkap dua opsi tersebut yakni membangun rumah sakit di lahan baru atau meningkatkan status Puskesmas Kragan II menjadi rumah sakit umum daerah (RSUD) tipe D.
Dari sisi perhitungan, ia menjelaskan opsi pembangunan di lahan baru dinilai lebih fleksibel dan berpotensi lebih hemat. Selain harga lahan yang relatif lebih terjangkau, proses pengembangan ke depan juga dianggap lebih mudah.
Sebaliknya, jika meningkatkan Puskesmas Kragan II menjadi RSUD, menurutnya Pemkab Rembang harus menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan lahan serta kebutuhan pembelian tanah tambahan yang diperkirakan cukup mahal.
Selain itu, Harno mengungkap Pemkab Rembang juga harus menyiapkan anggaran untuk membangun puskesmas pengganti.
“Kalau naikkan Kragan II, nanti ada kebutuhan perluasan lahan dan itu tidak murah. Selain itu juga harus menyiapkan pengganti puskesmas,” jelasnya.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Pemkab Rembang menegaskan bahwa keputusan akan diambil secara matang dengan mempertimbangkan efektivitas, efisiensi anggaran, serta kebutuhan masyarakat.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















