BLORA, Beritajateng.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Blora berencana melakukan regrouping atau penggabungan pada 22 sekolah dasar (SD) secepatnya. Rencana tersebut telah disetujui korwil kecamatan serta dewan pendidikan dan menunggu peraturan bupati (perbup) keluar.
Kepala Dinas Pendidikan Blora, Sunaryo, mengatakan dari 29 SD yang telah diusulkan regrouping pada 2025 lalu, hanya 22 sekolah yang memenuhi kriteria regrouping. Salah satu SD yang bakal digabung yakni SDN 1 Patalan dengan SDN 2 Patalan.
“Untuk pemetaan murid, guru dan kepala sekolah sudah kami lakukan pemetaan. Peleburan murid-murid itu nanti tinggal menunggu Perbup (Peraturan Bupati) turun dan digabungkan pada sekolah terdekat,” ujar Sunaryo, Selasa, 20 Januari 2026.
Pihaknya menambahkan, ada juga beberapa sekolah yang belum menyetujui penggabungan tersebut. Hal ini karena beberapa kepala desa masih bersedia mengembangkan SD di wilayahnya.
“Ada beberapa yang keberatan di regroup dan kepala desa siap mengembangkan sekolah di desa tersebut. Seluruh kecamatan pasti ada sekolah yang di regrouping,” ujarnya
Sunaryo menjelaskan, regrouping dilakukan terhadap sekolah dengan jumlah siswa kurang dari 60 murid, serta mempertimbangkan lokasi geografis, dan jarak sekolah yang berdekatan.
“Harapan kami dengan penggabungan itu memiliki rasio ideal seperti 1 guru mengajar 20 murid dan mengurangi sekolah dengan rasio kecil yang tidak efisien. Sehingga dampaknya besar, agar kebutuhan pegawai dan biaya pegawai di 2027 harus 30 persen,” jelasnya.
Untuk sekolah yang digabung nanti Sunaryo berharap tetap semangat berprestasi karena biaya operasional sekolah akan tinggi. Ia juga meminta guru dan kepala sekolah terdampak regrouping untuk tidak khawatir karena pihaknya akan mengatur ulang penempatan mereka.
“Karena statusnya masih ASN, dipetakan sesuai sekolah kebutuhan yang terdekat disitu, atau sekolah-sekolah yang kurang. Bahkan mungkin bisa sesuai permintaan mereka juga,” tuturnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















