SALATIGA, Beritajateng.id – Wali Kota Robby Hernawan resmi meluncurkan program Kelurahan Cinta Statistik (Kelurahan Cantik) 2026 di Kantor Setda Salatiga, Rabu, 29 April 2026.
Ia menjelaskan program ini bertujuan memperkuat pengambilan kebijakan berbasis data yang akurat dan terukur. Langkah ini dilakukan agar pengambilan kebijakan benar-benar berdasarkan data yang akurat, bukan asumsi.
“Kebijakan harus berbasis data, bukan asumsi. Mulai dari persoalan kemiskinan, pengangguran, hingga layanan publik, semuanya harus memiliki dasar yang jelas,” tegasnya.
Robby menyebut kelurahan memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas aparatur kelurahan dalam memahami dan mengelola data menjadi hal yang sangat penting.
Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara kelurahan dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Bappeda, serta Dinas Kominfo. Kolaborasi ini diharapkan mampu memastikan data yang dihimpun tidak hanya lengkap, tetapi juga dapat diolah menjadi informasi yang bernilai dalam penyusunan kebijakan.
Selain itu, ia turut mengingatkan pentingnya dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung mulai Mei hingga Agustus mendatang. Masyarakat diimbau untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang jujur dan sesuai kondisi riil.
“Prinsipnya jelas, good data, good decision. Dengan data yang baik, kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran dan berdampak nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Salatiga, Agus Kadaryanto menuturkan program Kelurahan Cantik telah menunjukkan capaian positif dalam dua tahun terakhir. Pendampingan telah dilakukan kepada lima kelurahan, yakni Tingkir Tengah, Randuacir, Bugel, Kecandran, dan Sidorejo Kidul.
Dari hasil tersebut, Kelurahan Tingkir Tengah berhasil meraih peringkat keempat tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan Kelurahan Randuacir menorehkan prestasi lebih tinggi dengan masuk 25 besar nasional sekaligus menjadi peringkat pertama tingkat provinsi pada 2025.
Pada 2026, ia mengungkap BPS akan memfokuskan pembinaan pada tiga kelurahan, yaitu Kalibening, Kalicacing, dan Kutowinangun Lor. Pendampingan ini ditujukan untuk menghasilkan data yang semakin berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan yang berkelanjutan.
“Melalui program Kelurahan Cantik 2026, Pemerintah Kota Salatiga optimistis dapat memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data, sekaligus menghadirkan kebijakan publik yang lebih tepat, efektif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















