BLORA, Beritajateng.id – Rekrutmen calon peserta didik Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora untuk tahun ajaran 2026/2027 saat ini masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, mengatakan keterbatasan gedung menjadi salah satu alasan rekrutmen belum dibuka.
Ia mengungkap tidak ada ruangan lebih untuk memfasilitasi apabila peserta didik bertambah saat ini.
“Apakah nanti skemanya kita lakukan rekrutmen dan dititipkan di (Sekolah Rakyat) Bojonegoro, atau yang lainnya kita belum tahu. Petunjuk juga belum ada,” terang Luluk, Senin, 4 Mei 2026.
Pihaknya telah melapor ke pemerintah pusat mengenai kondisi di Sekolah Rakyat tersebut. Namun hingga saat ini belum ada petunjuk teknis terhadap rekrutmen tersebut.
“Kalau laporan (keterbatasan gedung/ruangan) sudah, tapi belum ada petunjuk, baik rekrutmen siswa dan rekrutmen tenaga guru maupun tenaga wali asrama,” terangnya.
Ia pun mengaku hingga saat ini belum melakukan penyisiran hingga verifikasi dan validasi (verval) calon peserta didik baru.
“Penyisiran juga belum dilakukan. Kalau untuk verval mungkin membutuhkan waktu 1 bulan sampai proses selesai,” katanya.
Meski masih menunggu keputusan pusat, pihaknya tetap akan menawarkan program Sekolah Rakyat kepada siswa dari keluarga miskin kategori desil 1, meskipun siswa tersebut sudah melakukan pendaftaran di sekolah lainnya.
Menurutnya, upaya tersebut sebagai langkah pemutusan rantai kemiskinan di Kabupaten Blora. Sebab melalui program tersebut, seluruh kebutuhan siswa, dari kebutuhan sehari-hari hingga pembelajaran disediakan oleh negara.
“Tetap kita tawarkan ke mereka. Jadi mereka tetap mengetahui program Sekolah Rakyat. Tapi kalau tetap ngga mau, kita tidak bisa memaksakan. Tugas kita meyakinkan penerima manfaat,” katanya.
Kepala Sekolah SRMA 18 Blora, Tri Yuli Setyoningrum, juga mengungkap belum ada informasi terhadap rekrutmen calon peserta didik baru di SRMA 18 Blora.
“Belum ada (informasi rekrutmen). (Tahun lalu) Rekrutmen data dari BPS, kemudian di ground checking (verval) dari Dinsos P3A,” jelasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















