BLORA, Beritajateng.id – Bendungan Randugunting di Desa Kalinanas, Kecamatan Japah, Blora, akan dimanfaatkan untuk menyuplai air bersih ke sekitar 8.000 sambungan rumah dengan volume 100 liter per detik.
Humas PDAM Tirta Amerta Blora, Nanang Fahru, mengatakan rencana pemanfaatan suplai air dari Bendungan Randugunting saat ini masih dalam tahap komunikasi antar lembaga. Berdasarkan informasi dari bagian teknik, detail engineering design (DED) induk SPAM Randugunting telah selesai disusun.
“Masih dalam taraf komunikasi. Informasi dari kabag teknik, DED induk SPAM Randugunting sudah masuk,” ujar Nanang, Sabtu, 9 Mei 2026.
Nanang menjelaskan, posisi Bendungan Randugunting yang berada di dataran lebih tinggi, akan memungkinkan distribusi air bersih ke rumah-rumah dilakukan secara gravitasi, tanpa memerlukan pompa.
“Posisi Bendungan Randugunting yang lebih tinggi secara geografis memungkinkan distribusi air menjangkau hingga enam kecamatan tanpa pompa, termasuk Blora Kota,” katanya.
Adapun pembangunan jaringan distribusi air untuk wilayah Blora direncanakan dimulai pada 2027 dengan sasaran awal lima kecamatan, yakni Japah, Ngawen, Tunjungan, Banjarejo dan Blora Kota.
“Rencana pembangunan jaringan nanti dimulai tahun 2027 dan akan melayani lima kecamatan,” ujarnya.
Diketahui, Bendungan Randugunting yang diresmikan pada 2022 ini memiliki kapasitas tampung sebanyak 14,4 juta meter kubik. Bendungan yang dibangun menggunakan APBN senilai Rp880 miliar ini juga berfungsi mengairi 650 hektar lahan pertanian serta mengurangi potensi banjir hingga 81,42 meter kubik per detik.
Adapun distribusi air bersih ke rumah-rumah tersebut nantinya akan dikelola oleh PDAM Provinsi Jawa Tengah karena cakupan layanan melintasi antar wilayah.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















