REMBANG, Beritajateng.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah menyebut Kabupaten Rembang sebagai daerah unggulan dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga.
Apresiasi itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Rusman Efendi, saat melakukan kunjungan kerja dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Rembang, Senin, 18 Mei 2026.
Rusman mengatakan kunjungan tersebut dilakukan sebagai langkah silaturahmi sekaligus konsultasi dan sinkronisasi program antara pemerintah pusat, provinsi dan daerah terkait program kependudukan serta pembangunan keluarga.
“Agenda pagi ini kunjungan kerja kami dari Perwakilan BKKBN Jawa Tengah ke Pemerintah Kabupaten Rembang dalam langkah silaturahmi, terus berkoordinasi sekaligus konsultasi tentang program kependudukan dan pembangunan keluarga,” ujarnya.
Setelah status kelembagaan BKKBN meningkat menjadi kementerian, Rusman menuturkan tugas yang dijalankan kini semakin luas dan lebih mendalam, khususnya terkait isu kependudukan dan pembangunan keluarga.
Menurutnya, berbagai indikator kependudukan saat ini harus masuk dalam dokumen perencanaan daerah agar dapat diintervensi melalui program yang tepat dan terukur.
“Dengan meningkatnya status kelembagaan dari badan menjadi kementerian, tugasnya menjadi lebih besar, lebih fokus dan lebih dalam lagi dalam program kependudukan dan pembangunan keluarga,” katanya.
Rusman mengapresiasi Kabupaten Rembang yang dinilai menjadi salah satu daerah di Jawa Tengah yang telah menyelesaikan peta jalan pembangunan kependudukan.
“Alhamdulillah luar biasa untuk Kabupaten Rembang ini. Peta jalan pembangunan kependudukannya salah satu yang sudah selesai di Jawa Tengah,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga menyoroti sejumlah program prioritas yang kini dijalankan Kemenduk Bangga/BKKBN. Salah satunya dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden RI.
Dalam program tersebut, BKKBN mendapat tugas menyiapkan data sasaran hingga pendampingan penerima manfaat untuk kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-PAUD.
“Tugas dari Kemenduk Bangga BKKBN adalah bagaimana menyiapkan data sasarannya, kemudian mendistribusikannya, mendampingi sasaran tersebut serta mencatat dan melaporkannya,” jelasnya.
Tak hanya itu, Rusman juga menyoroti program Taman Asuh Sayang Anak yang dinilai penting di tengah meningkatnya jumlah ibu bekerja yang memiliki anak usia kecil. Ia berharap program itu mampu memberikan rasa aman bagi orang tua saat bekerja sekaligus memastikan anak mendapat pendampingan yang baik.
“Program Taman Asuh Sayang Anak ini agar orang tua tenang bekerja dan anak-anaknya riang bermain,” katanya.
Program lainnya yang turut menjadi perhatian yakni Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.
“Nah kemudian yang kedua ada gerakan Ayah Teladan Indonesia. Bagaimana ayah-ayah ini menurut data statistik itu perhatiannya dari tahun ke tahun kurang,” ujarnya.
Selain itu, BKKBN juga mendorong program Lansia Berdaya agar para lanjut usia tetap sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat.
“Jangan sampai lansia merasa diasingkan atau tidak diperhatikan. Itu dengan program Sidaya, Lansia Berdaya,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Rembang, Harno, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan dukungan dari BKKBN Jawa Tengah dalam menyelaraskan program-program pembangunan keluarga di Kabupaten Rembang.
“Saya terima kasih kepada Kepala BKKBN dari Provinsi Jawa Tengah yang mewakili dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga untuk berkomunikasi, konsultasi, untuk menyinkronkan program-programnya agar program di Rembang bisa maksimal,” kata Harno.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















