KENDAL, Beritajateng.id – Dalam rangka percepatan implementasi ETPD Kabupaten Kendal, Satuan Tugas Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas TP2DD) menyelenggarakan rapat koordinasi. Kegiatan ini digelar di Aula Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kendal, Selasa, 18 Mei 2026.
Rakor Satgas TP2DD ini menjadi langkah strategis Pemkab Kendal dalam memperkuat sistem transaksi non tunai sekaligus meningkatkan pelayanan publik berbasis digital.
Kepala Bapenda Kendal, Abdul Wahab menyampaikan, rakor TP2DD tersebut digelar sebagai tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Provinsi Jawa Tengah yang sebelumnya berlangsung di BPKAD Provinsi Jateng pada 7 Mei 2026 lalu.
“Dalam forum tersebut, sejumlah langkah strategis dibahas guna mempersiapkan Kendal menghadapi penilaian TNT Award 2026 dan Championship TP2DD Tahun 2026-2027. Persiapan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kinerja TP2DD Tahun 2025,” terang Abdul Wahab.
Dalam rakor tersebut, pihaknya membahas berbagai materi penting mulai dari evaluasi kinerja TP2DD, penguatan kelembagaan dan produk hukum daerah terkait ETPD, termasuk roadmap ETPD 2025-2030.
“Selain itu, dibahas pula strategi peningkatan implementasi inovasi digital dan optimalisasi kanal pembayaran daerah,” terangnya.
Abdul Wahab menyampaikan Pemkab Kendal juga menaruh perhatian besar terhadap penguatan digitalisasi sektor belanja dan pendapatan daerah diluar pajak daerah.
Pihaknya pun mengupayakan agar implementasi KKPD dapat terlaksana 100 persen dalam tahun 2027 mendatang. Upaya ini dinilai penting untuk menciptakan tata kelola keuangan daerah yang lebih transparan, efektif dan akuntabel.
“Dalam rakor TP2DD ini juga menekankan peningkatan literasi digital kepada masyarakat dan pelaku usaha. Sosialisasi transaksi non tunai secara masif dinilai mampu meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah,” tambahnya.
Selain itu, rapat juga membahas persiapan penyelenggaraan High Level Meeting (HLM) serta strategi coaching clinic dan pengisian dashboard TP2DD agar penilaian dapat berjalan optimal dan tepat waktu.
“Harapannya dengan penguatan digitalisasi ini, Kabupaten Kendal mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus mewujudkan ekosistem pemerintahan digital yang modern dan terintegrasi, serta target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen,” pungkasnya. (Adv)
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















