REMBANG, Beritajateng.id – Temuan botol minuman keras (miras) di kawasan Kota Pusaka Lasem, tepatnya di area alun-alun, memicu keprihatinan anggota DPRD Rembang Fraksi Gerindra, Puji Santoso. Ia menilai kawasan heritage yang menjadi ikon wisata sejarah tersebut tidak boleh tercoreng oleh aktivitas pesta miras kalangan muda-mudi.
Pernyataan itu disampaikan Puji usai unggahan viral di media sosial yang memperlihatkan botol-botol miras diduga ditinggalkan di kawasan Kota Pusaka Lasem. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm bagi pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk bergerak lebih serius melakukan pengawasan.
“Ya, kita prihatin. Pemerintah daerah sedang berusaha melawan miras, tetapi ternyata di wilayah Lasem, Pancur, Pamotan dan sekitarnya masih menjadi perhatian, terutama anak-anak muda,” ujarnya, Selasa, 19 Mei 2026.
Ia mengatakan, fenomena konsumsi miras di kalangan remaja tidak bisa dianggap sepele. Selain merusak kesehatan, miras juga dinilai berpotensi memicu berbagai tindakan negatif dan mengganggu ketertiban umum.
Karena itu, Puji meminta pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat ikut peduli menjaga kawasan Kota Pusaka Lasem agar tidak dijadikan tempat pesta miras pada malam hari.
“Kalaupun ada botol miras ditemukan seperti yang ramai di media sosial, saya melihat sendiri botolnya. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk melakukan penertiban. Jangan sampai Kota Pusaka digunakan muda-mudi untuk pesta minuman keras,” tegasnya.
Selain penertiban, ia juga mendorong adanya edukasi berkelanjutan kepada generasi muda terkait bahaya minuman keras. Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan bersama-sama agar anak muda tidak terjerumus dalam pergaulan negatif.
“Minuman keras itu merusak diri. Ini tugas kita bersama memberikan sosialisasi dan edukasi supaya mereka tidak mengonsumsi miras,” katanya.
Puji turut meminta aparat kepolisian meningkatkan patroli malam, terutama di titik-titik yang sering dijadikan lokasi nongkrong hingga larut malam. Ia menilai aktivitas berkumpul sampai dini hari rawan memicu tindakan negatif.
“Kami harapkan ada patroli rutin. Kalau ada muda-mudi berkerumun sampai lewat jam 12 malam, itu harus menjadi perhatian. Jangan sampai muncul hal-hal negatif yang meresahkan masyarakat,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















