BLORA, Beritajateng.id – Sebanyak 62 orang di Kabupaten Blora tercatat menderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada awal tahun ini. Dari jumlah itu, 38 penderita diantaranya berjenis kelamin laki-laki sementara sisanya perempuan.
Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, Edi Widayat, menjelaskan mayoritas kasus masih ditemukan pada kelompok usia produktif yang memiliki mobilitas dan aktivitas sosial tinggi.
Berdasarkan data, satu kasus HIV terjadi pada anak usia 5-14 tahun, satu kasus pada usia 15-19, kemudian enam kasus pada usia 20-24, 35 kasus pada usia 25-49, serta 19 kasus HIV terjadi pada kelompok usia diatas 50 tahun.
“Penyebab dominan masih karena hubungan seksual berisiko yang memicu IMS (Infeksi Menular Seksual) dan juga kelompok LSL (Lelaki Seks Lelaki),” ujar Edi, Rabu, 3 Juni 2026.
Dengan masih tingginya kasus HIV ini, pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk menghindari perilaku seksual berisiko, terutama berganti-ganti pasangan.
“Jangan bebas dalam hubungan seksual dan jangan berganti-ganti pasangan. Ini menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah penularan HIV,” katanya.
Edy juga mengungkap puluhan penderita HIV itu bukan sepenuhnya warga Kabupaten Blora. Dari total kasus yang ditemukan, sekitar 40 persen berasal dari luar daerah.
“Untuk kelompok LSL besar bukan warga Blora. Keseluruhan sekitar 40 persen kasus yang ditemukan berasal dari luar Blora,” pungkasnya.
Untuk menangani pasien HIV dalam kondisi hamil, pihaknya akan memberikan pendampingan intensif selama masa kehamilan hingga persalinan.
“Kalau ibu hamil terdiagnosis HIV akan kami dampingi. Selain mendapatkan pengobatan, proses persalinan dilakukan dengan operasi sesar untuk memutus risiko penularan dari ibu ke bayi,” jelasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















