REMBANG, Beritajateng.id – Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Rembang belum diminati siswa di wilayah tersebut. Hal ini diungkap para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang mengaku kesulitan mencari calon siswa untuk sekolah tersebut.
Diketahui, Sekolah Rakyat ini berlokasi di Jalan Rembang-Blora, Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang. Sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin kategori Desil 1 dan Desil 2.
Salah seorang pendamping PKH yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, para pendamping telah dibekali data calon siswa yang memenuhi syarat. Meski demikian, banyak keluarga yang belum tertarik mendaftarkan anaknya ke Sekolah Rakyat.
“Kami pendamping masih kesulitan mencari calon siswa,” ujarnya Sabtu, 6 Juni 2026.
Menurutnya, minimnya sosialisasi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat belum memahami secara utuh konsep dan manfaat Sekolah Rakyat. Akibatnya, sejumlah orang tua masih ragu untuk mengikutsertakan anak mereka.
“Mereka tidak mudah dibujuk. Mungkin karena waktu sosialisasi yang terlalu singkat sehingga pengetahuan masyarakat tentang Sekolah Rakyat masih minim. Padahal sudah kami jelaskan bahwa fasilitas Sekolah Rakyat di atas sekolah reguler. Apalagi ini program unggulan Presiden,” katanya.
Selain itu, menurutnya keberadaan sekolah negeri yang selama ini juga tidak memungut biaya pendidikan menjadi pertimbangan tersendiri bagi masyarakat. Banyak orang tua memilih menyekolahkan anak di lingkungan sekitar tempat tinggal agar tetap dekat dengan keluarga.
Hamid, seorang warga Rembang, menilai faktor kedekatan dengan orang tua menjadi alasan utama rendahnya minat masyarakat, terutama untuk jenjang sekolah dasar.
“Apalagi yang jenjang SD, anak masih kecil. Kalau Sekolah Rakyat itu kampus untuk kuliah gratis, mungkin ceritanya akan berbeda. Saya yakin peminatnya akan banyak,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Rembang, Nurdin Fahrudi, mengaku belum menerima laporan terkait kendala yang dihadapi para pendamping PKH tersebut.
Meski begitu, ia memastikan proses penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat berjalan cukup baik. Bahkan sebagian kuota siswa yang tersedia telah terisi.
“Menurut saya itu tantangan tersendiri karena memang ini program baru dan masyarakat atau orang tua bisa jadi memiliki pertimbangan masing-masing. Alhamdulillah cukup positif, sebagian kuota sudah terpenuhi,” kata Nurdin.
Ia menambahkan, meskipun jadwal pendaftaran sebelumnya ditutup pada 30 Mei 2026, calon siswa dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 masih diberi kesempatan untuk mendaftar.
“Masih dibuka, monggo,” tandasnya.
Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terdapat 51.242 anak usia SD hingga SMA dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 di Kabupaten Rembang yang berpotensi menjadi peserta Sekolah Rakyat. Adapun kuota yang disediakan pada tahap awal sebanyak 270 siswa.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















