REMBANG, Beritajateng.id – Operasional 11 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Rembang sempat dihentikan lantaran dana bantuan pemerintah (Banper) terlambat dicairkan.
Ketua Satgas MBG sekaligus Wakil Bupati Kabupaten Rembang, Hanies Cholil Barro’, membenarkan adanya kendala pendanaan yang berdampak pada operasional sejumlah SPPG di wilayah setempat.
Menurut Hanies, penghentian sementara tersebut bukan disebabkan adanya penghentian program dari pemerintah pusat, melainkan karena dana Banper dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair sesuai jadwal.
” Itu keterlambatan dana Banper dari BGN,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa, 9 Juni 2026.
Terpisah, Koordinator Wilayah SPPG atau Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Rembang, Aprilia Qoulan Syakila, menjelaskan bahwa operasional 11 SPPG yang sempat terhenti hanya bersifat sementara.
Ia menyebut saat ini proses pencairan dana mulai berjalan sehingga mayoritas SPPG dijadwalkan kembali beroperasi dalam waktu dekat.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, Aprilia memastikan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang akan kembali normal dan kebutuhan penerima manfaat tetap menjadi prioritas.
“Sementara terkait 11 SPPG yang berhenti operasional sementara itu dikarenakan adanya keterlambatan pencairan dana Banper. Tapi mayoritas besok sudah operasional lagi,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















