BLORA, Beritajateng.id – Siswa baru dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora sementara akan dititipkan ke Sekolah Rakyat di Kabupaten Rembang. Keputusan itu diambil lantaran kondisi sarana prasarana kelas di Blora yang masih terbatas.
“Tahun ini kita merekrut 1 rombel (rombongan belajar). Untuk sementara dititipkan di SR Rembang, setelah SR tahap 2 dibangun, nanti pindah kembali ke Blora,” ujar Kepala Dinas Sosial P3A, Luluk Kusuma Agung Ariadi, Selasa, 9 Juni 2026.
Sementara itu, Kepala SRMA 18 Blora Tri Yuli Setyoningrum, menjelaskan kebijakan tersebut merupakan penunjukan dari pemerintah pusat, sambil menunggu pembangunan gedung SRMA 18 Blora tahap 2 rampung.
“Untuk penerimaan siswa baru nanti kami menerima 30 siswa. Asramanya sementara bukan di Cepu, tapi di gedung SR Rembang,” ujarnya.
Menurutnya secara lokasi, Sekolah Rakyat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memiliki jarak yang lebih dekat dengan Kecamatan Cepu. Namun, kondisi gedung pada sekolah tersebut juga belum permanen.
Berbeda dengan Sekolah Rakyat Kabupaten Rembang, menurutnya sarana prasarana di gedung tersebut sudah permanen dan memadai.
“Kami tidak tahu persis pertimbangannya karena itu penunjukan dari pusat,” sambungnya.
Dia menegaskan, penempatan siswa baru di Rembang hanya bersifat sementara. Setelah pembangunan sarana dan prasarana SRMA 18 Blora rampung, seluruh aktivitas asrama akan dipusatkan di Blora.
“Sifatnya sementara sambil menunggu Sekolah Rakyat kami jadi,” katanya.
Sementara sebanyak 50 siswa angkatan pertama SRMA 18 Blora tetap menjalani kegiatan belajar mengajar di Cepu. Tri Yuli menegaskan tidak ada perubahan lokasi pembelajaran bagi siswa yang saat ini sudah menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
“Untuk siswa lama yang jumlahnya 50 anak tetap di Cepu dan mengikuti pembelajaran di sini,” tandasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















