SEMARANG, Beritajateng.id – Aksi bertajuk PANTURA (Panca Tuntutan Rakyat) digelar di Kota Semarang pada Senin, 15 Juni 2026. Aksi ini dihadiri ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Semarang Raya.
Dari pantauan di lokasi, massa aksi bergerak dari kawasan Tugu Muda menuju kompleks DPRD dan Kantor Gubernur Jawa Tengah untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.
Dalam seruan aksinya, para mahasiswa menilai kondisi sosial, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan saat ini masih dihadapkan pada berbagai persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari kenaikan biaya hidup, ketidakstabilan ekonomi, konflik agraria, hingga kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat.
Mereka menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, pemerintahan yang bersih, serta jaminan bahwa seluruh institusi negara menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya secara tepat.
Melalui aksi PANTURA, Aliansi BEM Semarang Raya menyampaikan lima tuntutan utama yang mereka sebut sebagai representasi aspirasi rakyat.
Adapun lima tuntutan tersebut meliputi:
1. Menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan menstabilkan nilai tukar rupiah.
2. Mengembalikan TNI dan Polri pada fungsi utamanya.
3. Melakukan evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDMP.
4. Mengembalikan kepemilikan tanah kepada rakyat.
5. Menghentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di pemerintahan.
Koordinator aksi menyebut demonstrasi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara terbuka terhadap berbagai persoalan kebangsaan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Sejak sore hari, massa mulai memadati titik kumpul di Tugu Muda sebelum bergerak menuju kawasan pusat pemerintahan Provinsi Jawa Tengah. Massa juga sempat melakukan aksi bakar ban yang kemudian dipadamkan oleh aparat keamanan.
Aliansi BEM Semarang Raya berharap aspirasi yang disampaikan melalui aksi tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah serta mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















