JEPARA, Beritajateng.id – Ratusan keluarga di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat terhentinya pasokan air dari PDAM.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdianto, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Bagus Ari Wibowo, mengatakan droping air bersih mulai dilakukan sejak 5 Juni 2026, dua kali dalam sepekan.
“Droping air di Desa Kedungmalang mulai dilakukan tanggal 5 Juni, karena adanya permintaan dari pihak desa. Distribusi dilakukan dua kali seminggu sesuai hasil asesmen kami,” ujar Bagus.
Dalam setiap pengiriman, BPBD menyalurkan dua tangki air atau sekitar 10.000 liter. Bagus menjelaskan kelangkaan air bersih di desa tersebut dipicu oleh matinya pasokan air dari PDAM yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan air masyarakat. Akibat gangguan tersebut, sedikitnya 870 kepala keluarga (KK) terdampak.
Selain dropping air dari BPBD, PDAM juga turut melakukan distribusi air bersih setiap hari guna memenuhi kebutuhan warga.
Ia menambahkan bahwa, dropping air di desa tersebut akan terus dilakukan selama masih ada permintaan dari pihak desa.
“Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih selama pasokan air belum kembali normal,” terangnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















