KENDAL, Beritajateng.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal mulai mengenalkan pembelajaran coding dan Artificial Intelligence (AI) di jenjang Sekolah Dasar (SD).
Melalui Pelatihan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Jenjang Sekolah Dasar yang digelar di Gedung PGRI Kabupaten Kendal pada 29–30 Juni 2026, langkah ini diambil untuk menyiapkan generasi muda agar mampu mengikuti perkembangan zaman.
Sebanyak 80 guru SD dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kendal mengikuti pelatihan tersebut. Masing-masing korwil mengirimkan empat guru sebagai perwakilan untuk mendapatkan pembekalan mengenai konsep dasar pemrograman, pemanfaatan AI dalam pembelajaran, hingga strategi mengintegrasikan teknologi secara aman dan edukatif di lingkungan sekolah.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Kendal, Ninik Chaeroni, mengatakan pelatihan ini merupakan langkah awal untuk mempersiapkan implementasi pembelajaran coding dan AI bagi siswa kelas V dan VI SD.
“Pembelajaran coding dan AI bukan bertujuan mencetak programmer sejak usia dini. Yang lebih penting adalah membangun kemampuan berpikir komputasional, melatih logika, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta membiasakan anak menghadapi perkembangan teknologi secara bijak,” ujarnya, Selasa, 30 Juni 2026.
Menurut Ninik, perkembangan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 menuntut dunia pendidikan terus beradaptasi. Karena itu, guru menjadi ujung tombak yang harus memiliki kompetensi digital agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dikenalkan berbagai perangkat lunak pembelajaran coding berbasis blok yang ramah anak, seperti Scratch dan Blockly, serta pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung proses belajar mengajar tanpa mengabaikan aspek keamanan dan etika digital.
Narasumber berasal dari kepala sekolah yang memiliki kompetensi di bidang teknologi pendidikan serta praktisi dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah.
Ninik berharap para peserta mampu menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing sehingga penerapan coding dan AI dapat berjalan efektif.
“Melalui pelatihan ini kami ingin meningkatkan literasi digital guru sekaligus menyiapkan peserta didik agar memiliki keterampilan abad ke-21. Harapannya, anak-anak Kendal tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan siap bersaing di era digital,” lanjutnya. (ADV)
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















