BLORA, Beritajateng.id – Bupati Arief Rohman mengungkap pihaknya tahun ini mengusulkan sebanyak 10 ruas jalan untuk diperbaiki menggunakan anggaran dari program Inpres Jalan Daerah (IJD) 2026.
Ia menjelaskan anggaran IJD tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sehingga menurutnya program ini bisa membantu agar pembangunan infrastruktur di Blora tetap berjalan ditengah efisiensi anggaran.
“Usulan IJD 10 ruas. Ini ruas-ruas yang harapannya bisa membuka akses pangan, ekonomi dan pariwisata kita jadikan prioritas,” ujarnya, Selasa, 30 Juni 2026.
Bupati Arief mengungkap sebelumnya Kabupaten Blora telah mendapatkan bantuan perbaikan jalan dalam program IJD pada tahun sebelumnya. Ia pun berharap agar Blora kembali mendapat alokasi untuk 2026.
“Harapan kita IJD lanjut lagi,” pintanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora Nidzamudin Al Hudda menjelaskan panjang 10 ruas yang diusulkan IJD itu bervariasi, mulai dari 1,3 kilometer hingga 8,408 kilometer.
Usulan terbesar diajukan untuk peningkatan Jalan Doplang-Jati-Bangkleyan di Kecamatan Jati. Ruas jalan sepanjang 16,44 kilometer itu diusulkan mendapatkan penanganan sepanjang 8,408 kilometer dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 37,836 miliar.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Blora, Danang Adiamintara, menambahkan selain itu ruas lain yang diusulkan di antaranya peningkatan Jalan Banjarejo-Sambonganyar-Rowobungkul di Kecamatan Banjarejo. Ruas ini diusulkan ditangani sepanjang 3,676 kilometer dengan anggaran Rp18,11 miliar.
Kemudian, peningkatan Jalan Japah-Bradag di Kecamatan Japah sepanjang 3,902 kilometer dengan usulan anggaran Rp17,3 miliar, disusul Jalan Seso-Soko di Kecamatan Jepon sepanjang 3,725 kilometer senilai Rp16,69 miliar.
Peningkatan Jalan Ngawen-Semawur-Srigading di Kecamatan Ngawen juga masuk dalam daftar usulan. Penanganan sepanjang 3,405 kilometer diperkirakan membutuhkan anggaran Rp16,285 miliar.
Sementara itu, Jalan Sambong-Ledok di Kecamatan Sambong diusulkan ditangani sepanjang 3,534 kilometer dengan biaya Rp14,187 miliar serta Jalan Jagong-Karanggeneng-Srigading di Kecamatan Kunduran sepanjang 2,376 kilometer dengan anggaran Rp11,5 miliar.
Adapun tiga ruas lainnya yang turut diusulkan yakni Jalan Medang-Jatirejo di Kecamatan Blora, sepanjang 2,03 kilometer dengan anggaran Rp8,24 miliar, Jalan Sambong-Ngaroto di Kecamatan Sambong sepanjang 1,8 kilometer senilai Rp7,95 miliar, serta Jalan Ngroto-Giyanti-Batas Kabupaten Bojonegoro di Kecamatan Cepu sepanjang 1,3 kilometer dengan usulan biaya Rp5,85 miliar.
“Nantinya ini masih akan verifikasi pusat,” terangnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















