SALATIGA, Beritajateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga mengadakan pelatihan gratis melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker). Pelatihan yang dibuka yakni di bidang make up artist (MUA) dan barista.
Wali Kota (Walkot) Robby Hernawan menuturkan pelatihan ini bertujuan membekali peserta keterampilan teknis. Pihaknya pun berharap lebih besar bahwa melalui pelatihan ini akan lahir lulusan yang mampu menciptakan peluang usaha sendiri.
“Selain memperoleh keterampilan, saya berharap para peserta memiliki pola pikir untuk tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga mampu menciptakan pekerjaan,” tegasnya saat membuka kegiatan tersebut di Kantor Disperinaker, Senin, 6 Juli 2026.
Ia menilai pelatihan MUA dan barista memiliki prospek yang menjanjikan. Tren industri kopi yang terus berkembang membuat kebutuhan tenaga barista semakin tinggi. Di sisi lain, jasa MUA juga terus dibutuhkan untuk pernikahan, wisuda, acara resmi, hingga berbagai kegiatan industri kreatif.
Robby mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan data ketenagakerjaan, pertumbuhan ekonomi Kota Salatiga pada 2025 mencapai 5,98 persen.
“Capaian ini patut kita syukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus mencetak tenaga kerja yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disperinaker Kota Salatiga Agung Hendratmiko mengatakan, pelatihan berlangsung mulai 6 hingga 31 Juli 2026. Peserta merupakan masyarakat pencari kerja yang telah lolos seleksi, sedangkan seluruh pembiayaan bersumber dari APBD Kota Salatiga Tahun Anggaran 2026.
“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pencari kerja agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan mampu terserap di sektor formal maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” kata Agung.
Melalui program vokasi ini, Agung berharap lahir lebih banyak tenaga kerja yang kompeten sekaligus pelaku usaha baru yang mampu membuka lapangan pekerjaan.
“Kami berharap hasil dari pelatihan ini ke depan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















