BLORA, Beritajateng.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Blora menunda pencairan puluhan proposal hibah satuan pendidikan swasta tahun ini akibat efisiensi dana transfer pusat ke daerah (TKD). Diketahui, jumlah proposal yang diajukan itu mencapai Rp9,5 miliar.
“Untuk tahun ini hibah ke satuan pendidikan swasta tidak ada, karena Pokir (pokok pikiran) DPRD nol,” ujar Kepala Disdik Blora, Sunaryo, Rabu, 8 April 2026.
Meski begitu, pihaknya berupaya mengusulkan hibah untuk memperbaiki kerusakan di sekolah tersebut pada saat pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan tahun ini.
“Tapi kita juga akan lihat lagi terhadap kerusakan di satuan pendidikan tersebut. Kalau memenuhi persyaratan ya diusulkan lagi,” katanya.
Mengenai usulan pada pembahasan APBD perubahan, pihaknya masih melihat kondisi keuangan daerah. Apabila anggaran daerah juga tidak memungkinkan, usulan hibah atau bantuan ke satuan pendidikan swasta kembali ditunda.
“Kalau tidak ada anggaran kita tidak usulkan,” tegasnya.
Sementara itu, dari data yang diterima wartawan, jumlah usulan yang mencapai Rp9,5 miliar itu nilainya bervariatif mulai dari Rp20 juta hingga Rp3,6 miliar. Anggaran tertinggi, diusulkan oleh anggota DPRD Blora untuk SMP IT Pancasila sejumlah, Rp3,6 miliar.
Sebelumnya diberitakan, pada 2025 Pemkab Blora menggelontorkan sekitar Rp4,1 miliar untuk hibah ke 28 satuan pendidikan swasta. Jumlah itu untuk enam SD/MI, lima MTs/SMP dan 17 TK/PAUD swasta.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















