BATANG, Beritajateng.id – Bupati Faiz Kurniawan mengungkap pihaknya akan melakukan pembangunan fisik berupa perbaikan jalan di enam objek wisata. Yakni Pantai Sigandu, Perkebunan Teh Pagilaran, Tombo, Bandar Ecopark, Pantai Jodo, serta Curug Ginting.
Ia menjelaskan enam lokasi wisata tersebut telah masuk dalam prioritas pembangunan Kabupaten Batang 2027. Menurutnya langkah ini diambil sebagai upaya mengoptimalkan sektor pariwisata sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami menegaskan bahwa pengembangan tidak akan berhenti pada pembangunan fisik semata melainkan juga difokuskan pada perbaikan akses jalan dan konektivitas antar objek wisata,” katanya, Selasa, 14 Juli 2026.
Dengan kemudahan akses menuju lokasi wisata yang membentang dari pesisir utara hingga perbukitan selatan, ia berharap kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara dapat meningkat pesat.
“Ketika infrastruktur pendukung mumpuni maka potensi kunjungan akan naik berkali-kali lipat. Kami menyiapkan skema terpadu agar wisatawan betah berlama-lama di daerah ini,” katanya.
Ia mengatakan satu tantangan besar yang dihadapi di objek wisata pantai seperti Pantai Sigandu yakni abrasi yang terus menerus terjadi. Sehingga menurutnya kawasan pantai perlu mendapatkan penanganan serius.
“Akan tetapi penanganan kerusakan di kawasan pesisir ini membutuhkan anggaran dan teknologi yang tidak bisa ditanggung sendiri oleh daerah. Karena itu, kami akan mendorong skema kerja sama antara pemerintah pusat, Provinsi Jawa Tengah, dan Kabupaten Batang,” katanya.
Sebagai solusi berkelanjutan dan upaya adaptasi terhadap perubahan iklim, Pemkab Batang akan mengembangkan kawasan hutan mangrove di sekitar Pantai Sigandu menjadi ekowisata berbasis konservasi.
Konsep ini dinilai strategis karena tidak hanya melindungi garis pantai dari ancaman abrasi tetapi juga menawarkan daya tarik baru bagi wisatawan yang gemar wisata alam dan edukasi lingkungan.
Di sisi lain, destinasi Sanggalangit yang terletak di Kecamatan Bawang dan sebelumnya sempat terimbas bencana alam, kata dia, juga masuk dalam radar pemulihan.
“Tim teknis akan melakukan kajian menyeluruh serta revitalisasi agar kawasan tersebut dapat bangkit kembali dan menarik minat pengunjung seperti sediakala,” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















