REMBANG, Beritajateng.id – Para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) berharap agar usulan bus jemputan untuk berangkat dan pulang kerja segera direalisasikan.
Ketua SPSI Kabupaten Rembang, Adimas Luthfi Nugraha, mengatakan usulan penyediaan bus jemputan sebenarnya telah disampaikan jauh sebelum isu tersebut ramai dibahas.
Menurutnya, fasilitas transportasi bagi pekerja sangat penting untuk mengurangi kemacetan sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan buruh.
“Bus jemputan ini sudah lama kami usulkan. Tujuannya yang pertama untuk mengurai kemacetan, kemudian yang kedua mengurangi angka kecelakaan di Kabupaten Rembang,” ujar Adimas, Sabtu, 27 Juni 2026.
Ia menuturkan pihaknya sebelumnya telah bertemu dengan Bupati Rembang mengenai usulan bus jemputan tersebut. Pihaknya pun berharap agar Bupati membantu mendorong perusahaan agar segera merealisasikan usulan itu.
“Kami berharap setelah disampaikan Pak Bupati kepada pihak manajemen, semoga bus jemputan untuk buruh ini bisa segera direalisasikan,” tambahnya.
Sebelumnya, Bupati Rembang Harno menyatakan pemerintah daerah siap menjadi fasilitator antara kalangan pengusaha dan pekerja untuk mencari solusi terbaik terkait kebutuhan transportasi buruh.
“Saya mengajak kepada pengusaha untuk duduk bersama memikirkan transportasi untuk karyawan,” kata Harno.
Menurut Harno, penyediaan transportasi bagi buruh tidak hanya memberikan manfaat bagi pekerja, tetapi juga dapat memperkuat hubungan industrial yang harmonis antara perusahaan, karyawan, dan masyarakat.
“Harapannya ada titik temu yang baik, tercipta hubungan industrial yang harmonis dan simbiosis mutualisme. Perusahaan membutuhkan karyawan, begitu juga masyarakat membutuhkan pengusaha dan investor,” tuturnya.
Harno menambahkan, keberadaan investor memiliki peran penting dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten Rembang. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusifitas daerah agar iklim investasi tetap terpelihara.
Ia juga menyebut Kabupaten Rembang saat ini masuk tiga besar daerah dengan tingkat pengangguran terendah di Jawa Tengah, setelah Kabupaten Temanggung dan Wonogiri.
Diketahui, gagasan penyediaan bus jemputan gratis bagi buruh sebelumnya juga disampaikan Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992, Adrian Adiputra. Usulan tersebut dinilai dapat menjadi solusi atas persoalan transportasi pekerja sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan menuju dan dari tempat kerja.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















