SALATIGA, Beritajateng.id – Pemerintah Kota Salatiga menyiapkan sejumlah program untuk menyambut Hari Jadi Salatiga ke-1279. Diantaranya yakni bantuan sosial, cek kesehatan gratis, donor darah, bantuan jambanisasi hingga pelayanan keluarga berencana (KB).
Kepala Dinas Sosial Kota Salatiga, Riani Isyana Pramasanthi mengatakan, sejumlah bantuan akan disalurkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan selama rangkaian Hari Jadi Salatiga.
Program tersebut meliputi bantuan bahan pokok bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, pemberian alat bantu disabilitas, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bagi buruh pabrik, serta santunan kematian untuk keluarga miskin.
“Selain itu juga ada bantuan jambanisasi bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman di empat titik, masing-masing senilai Rp2,5 juta, serta bantuan rumah tidak layak huni,” ujar Riani di Kantor Pemkot Salatiga, Kamis, 16 Juli 2026.
Tak hanya itu, Dinas Kesehatan juga akan menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 19 Juli 2026. Kegiatan tersebut dirangkai dengan aksi donor darah hasil kolaborasi TNI dan salah satu bank.
Sementara itu, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3KB) akan mengadakan pelayanan KB serentak dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) dan Hari Jadi Kota Salatiga.
Kick off kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli 2026 di Puskesmas Tegalrejo. Sedangkan pelayanannya berlangsung selama satu bulan.
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan mengatakan, peringatan Hari Jadi Salatiga tahun ini menjadi momentum istimewa karena bertepatan dengan sejumlah agenda penting, mulai dari Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Hari Koperasi ke-79 hingga pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang akan digelar di Salatiga.
Menurut Robby, padatnya agenda tersebut menuntut seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bekerja lebih optimal meski di tengah keterbatasan anggaran.
“Tahun ini banyak agenda besar yang berlangsung bersamaan. Seluruh OPD harus memberikan dukungan maksimal agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses,” katanya.
Ia meminta setiap perangkat daerah mempersiapkan seluruh agenda secara matang, mulai dari upacara, kirab budaya hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat.
Robby juga mengingatkan agar gerakan pembagian bendera merah putih dilaksanakan sesuai ketentuan pemerintah dan melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa menimbulkan polemik.
“Pelaksanaan pembagian Bendera Merah Putih harus dilakukan secara hati-hati. Jangan sampai muncul anggapan adanya pungutan berkedok pembagian bendera. Semangatnya adalah gotong royong dan partisipasi masyarakat,” tegasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















