REMBANG, Beritajateng.id – Festival Literasi Rembang 2026 resmi dibuka selama tiga kedepan mulai dari Kamis-Sabtu, 23-25 Juli 2026. Kegiatan yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan ini bertujuan meningkatkan minat membaca di masyarakat.
Bupati Rembang, Harno, menegaskan literasi merupakan pondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang mendorong minat baca masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
“Alhamdulillah Festival Literasi Rembang ini menjadi upaya meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya anak-anak SD dan SMP. Tadi kita juga melihat penampilan anak-anak yang menceritakan asal-usul Desa Sidanggunem,” ujarnya saat membuka kegiatan itu, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurutnya budaya membaca tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga meningkatkan kemampuan berpikir kritis, membangun karakter, serta melahirkan masyarakat yang kreatif dan berdaya saing.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Rembang, Harno mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan membaca sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Literasi adalah pondasi penting untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kami berharap Festival Literasi 2026 menjadi momentum meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Kabupaten Rembang melalui berbagai kegiatan yang inspiratif,” katanya.
Harno berharap semakin banyak masyarakat yang gemar membaca, mampu menyaring informasi secara bijak, serta memiliki kecakapan literasi yang relevan dengan perkembangan zaman.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sekolah, perpustakaan, komunitas literasi, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Rembang, Arif Romadlon, mengungkap potensi generasi muda Rembang di bidang literasi dan kreativitas digital sangat besar.
“Alhamdulillah, anak-anak Rembang ternyata banyak yang berbakat. Kemarin kita meraih juara lomba bertutur tingkat Jawa Tengah dari Kecamatan Kaliori. Selain itu, banyak konten kreator muda Rembang yang hasil karyanya sangat bagus. Semua kita wadahi dan lombakan di festival ini,” jelas Arif.
Ia menuturkan Festival Literasi Rembang 2026 menghadirkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari lomba literasi digital, lomba mendongeng, pameran buku, stan UMKM, hingga berbagai kompetisi dan kegiatan edukatif yang melibatkan pelajar serta masyarakat umum.
Menurut Arif, penyelenggaraan festival ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak karya kreatif dari generasi muda Rembang.
“Potensi Rembang sangat besar. Harapannya, melalui festival ini akan muncul karya-karya anak Rembang yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















