PATI, Beritajateng.id – Para penyewa kios di kawasan Plaza Puri Kabupaten Pati mulai resah dengan munculnya isu pembangunan plaza menjadi mall. Hal ini lantaran para penyewa tersebut berpotensi tergusur dari tempat yang telah digunakan sebagai mencari nafkah selama puluhan tahun.
Keresahan ini muncul setelah sejumlah penyewa kios di Plaza Puri Pati tidak diizinkan memperpanjang kontrak yang habis di akhir Juli 2026 lalu.
Tokoh Paguyuban Plaza Puri Pati, Muhammad Muchdhor mengaku resah terutama setelah Plt Bupati Risma Ardhi Chandra menyebut telah ada investor untuk mengubah Plaza Puri menjadi mall baru di Kabupaten Pati.
“Kami berharap Pemda Pati memanggil kita semua (paguyuban penghuni kios) duduk bersama mencari solusi terbaik. Tahu-tahu Pak Plt mengumumkan di medsos Plaza Puri sudah akan digarap pengusaha besar dari Jakarta untuk buat mall. Aneh sekali, janggal,” katanya, Minggu, 2 Agustus 2026.
Ia juga berpendapat rencana Plt Bupati Pati kurang tepat karena akan mematikan ekonomi kecil. Sebab menurutnya banyak dari masyarakat Pati menggantungkan hidupnya di kawasan Plaza Puri.
“Sama sekali belum ada sosialisasi. Juli dari Disdagperin menyodorkan surat untuk tanda tangan ada mall, anda harus pindah. Kita diberi waktu hingga Desember 2026 tapi harus bayar retribusi, kalau keluar Juli nggak bayar retribusi,” kata dia.
Muchdhor menuturkan surat audiensi yang dilayangkan sejak Mei lalu pun belum ada tindak lanjut sampai saat ini. Padahal, pihak paguyuban pedagang menginginkan adanya kejelasan nasib jika benar-benar harus tergusur.
“Kami mulai Mei menginginkan ada titik temu antara kami dan pemda, kami beserta penghuni kios di sini membuat surat ke pemda melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian tembusan BPKAD dan Sekda Pati. Sampai hari ini belum ada respons apapun,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















