REMBANG, Beritajateng.id – Kasus meninggalnya seorang siswi kelas 7 SMPN 2 Rembang pada Senin, 3 Agustus 2026 lalu hingga kini masih didalami. Polres Rembang diketahui belum menetapkan tersangka dalam insiden yang terjadi saat pelajaran olahraga berlangsung di sekolah tersebut.
Kronologi peristiwa itu bermula saat korban yang merupakan warga Desa Pedak, Kecamatan Sulang, mengikuti pelajaran olahraga bersama teman-temannya di lapangan voli sekolah. Kegiatan olahraga yang dilakukan berupa lari jinjit dengan jarak sekitar 10 meter secara bolak-balik.
Dalam kegiatan tersebut, korban diduga tersandung kakinya sendiri hingga terjatuh ke depan. Bagian kepala korban kemudian membentur paving. Akibat kejadian itu, korban mengalami memar pada bagian dahi serta lecet di bagian hidung.
Guru yang mengetahui kejadian tersebut kemudian segera membawa korban ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. R. Soetrasno Rembang yang lokasinya tidak jauh dari sekolah. Namun, setelah sekitar 10 menit berada di IGD, korban dinyatakan meninggal dunia. Jenazah korban selanjutnya dibawa pulang dan dimakamkan oleh pihak keluarga.
Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Solikhin Fery, mengatakan pihaknya telah meminta keterangan dari sejumlah orang. Klarifikasi itu dilakukan terhadap guru olahraga, dokter yang menangani korban, serta sejumlah saksi lainnya.
“Guru sudah kita klarifikasi, kejadiannya seperti apa, untuk membuat terang perkaranya,” ujar Kapolres.
Menurutnya, pendalaman dilakukan untuk memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam kejadian tersebut. Jika nantinya ditemukan adanya unsur pidana, ia menuturkan proses hukum akan ditingkatkan ke tahap penyidikan.
“Kita lakukan penyelidikan mendalam, ada unsur pidananya tidak. Kalau ada, maka akan kami lakukan penyidikan lebih lanjut. Saat ini posisinya kami masih perdalam, ada unsur pidananya atau tidak,” tegasnya.
Selain kronologi kejadian, polisi juga masih mengumpulkan keterangan terkait penyebab kematian korban. AKBP Fery menyebut pihaknya masih mendalami apakah kematian korban berkaitan dengan benturan pada bagian kepala saat terjatuh atau disebabkan faktor lain.
“Informasi awal lemah jantung, kami masih minta keterangan dari pihak dokter,” imbuhnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Tia















