KENDAL, Beritajateng.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal bekerja sama dengan Dewan Kesenian Kendal menampilkan 20 grup kesenian dalam Karnaval Kemerdekaan yang digelar di Kecamatan Weleri, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Karnaval tahunan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-421 Kabupaten Kendal dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ajang tersebut menjadi panggung bagi para pelaku seni untuk memperkenalkan beragam kesenian tradisional.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kendal, Nurul Farida, mewakili Kepala Disdikbud Ferinando Rad Bonay mengatakan keterlibatan puluhan grup kesenian tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam memanfaatkan sekaligus mengembangkan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) lokal.
Beragam kesenian tradisional ditampilkan diantaranya Singobarong, kuda lumping, tari Opak Abang, hingga berbagai pertunjukan seni lainnya tampil dalam rangkaian karnaval.
“Penampilan grup-grup kesenian ini menjadi bagian dari upaya pemanfaatan dan pemajuan kebudayaan yang ada di Kabupaten Kendal,” ujarnya.
Menurutnya, karnaval tersebut tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para seniman dan pelaku budaya untuk menunjukkan karya sekaligus mengenalkan kekayaan seni lokal kepada masyarakat secara lebih luas.
Nurul berharap, semakin sering kesenian lokal ditampilkan dalam ruang publik, masyarakat terutama generasi muda akan semakin mengenal dan mencintai budaya daerahnya.
“Harapannya seni dan budaya lokal semakin dikenal, dicintai, dan terus dilestarikan oleh generasi muda,” katanya.
Selain memperkuat pelestarian budaya, Karnaval Kemerdekaan menurutnya juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ribuan warga yang memadati jalur karnaval menjadi peluang tersendiri bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan,” lanjutnya.
Ia menyebutkan, Karnaval Kemerdekaan Kendal 2026 menjadi perpaduan antara perayaan hari besar, pelestarian seni budaya, ruang ekspresi bagi seniman, sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Di tengah arus budaya modern, panggung seperti ini sangat penting agar kesenian tradisional Kendal tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi berikutnya,” pungkasnya. (ADV)
Jurnalis: *Red
Editor: Utia Lil















