BATANG, Beritajateng.id – Proyek infrastruktur kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) berskala 1 GW bakal dibangun di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Kabupaten Batang.
Menanggapi rencana masuknya proyek itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan investasi AI tersebut direncanakan mulai memasuki tahap pembangunan pada tahun depan.
“Ya itu setahu saya akan ada investasi untuk artificial intelligence di Kabupaten Batang dan kemungkinan besar tahun depan sudah akan mulai dibangun,” kata Faiz kepada wartawan, Rabu, 16 September 2026.
Ia menerangkan rencana itu berkaitan dengan Zankore by Indosat, platform infrastruktur AI yang dikembangkan melalui kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA.
Zankore menargetkan pengembangan AI Factory dengan kapasitas hingga 1 gigawatt (GW). Pada tahap awal, sekitar 200 megawatt (MW) kapasitas AI ditargetkan tersedia pada paruh pertama 2027 dengan menggunakan sistem NVIDIA GB300 NVL72.
Skala tersebut membuat proyek ini bukan sekadar pembangunan pusat data konvensional. AI Factory dirancang sebagai infrastruktur komputasi yang mengintegrasikan komputasi berakselerasi, jaringan, pasokan daya, pendinginan hingga operasional dalam satu sistem untuk menangani beban kerja AI berskala besar.
Bagi Pemerintah Kabupaten Batang, keberadaan infrastruktur AI tersebut juga menuntut kesiapan daerah, khususnya dalam memastikan kebutuhan dasar investasi dapat terpenuhi.
Faiz menyebut ada dua aspek penting yang menjadi perhatian Pemkab Batang dalam menyambut investasi tersebut.
“Kalau kita, investasi itu kan selalu bicara dua hal ya. Mereka terkait dengan kepastian energi, kemudian kepastian tenaga kerja, itu yang kemudian dibutuhkan,” ungkapnya.
Pemkab Batang, lanjut Faiz, akan berupaya memastikan kedua kebutuhan tersebut dapat tersedia dengan baik.
“Nah kita mengupayakan supaya itu nanti bisa ter-provide dengan baik,” ujarnya.
Diketahui, Zankore by Indosat diluncurkan pada 6 Agustus 2026 melalui kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA. Platform tersebut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI yang aman dan berskala besar, dengan Indonesia menjadi titik awal pengembangan untuk pasar Asia-Pasifik.
Pada fase pertama, Zankore menargetkan sekitar 200 MW kapasitas AI pada paruh pertama 2027. Kapasitas tersebut selanjutnya dikembangkan secara bertahap menuju target 1 GW.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebelumnya menyebut pembangunan tahap awal AI Factory ditargetkan dimulai pada paruh pertama 2027 di Batang. Menurut pemerintah, kebutuhan investasi untuk AI Factory berskala penuh sangat besar.
Sejumlah kajian internasional yang dikutip Kementerian Komunikasi dan Digital memperkirakan kebutuhan investasi sekitar 50 juta dolar AS untuk setiap 1 MW kapasitas komputasi AI secara end to end.
Tidak hanya menyediakan kapasitas komputasi, Zankore juga dirancang untuk mendukung pengembangan Sahabat-AI, model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) open-source Indonesia.
Sahabat AI telah dikembangkan dengan model 70 miliar parameter dan mendukung Bahasa Indonesia serta sejumlah bahasa daerah, termasuk Jawa, Sunda, Bali, dan Batak.
Dalam pengembangan Zankore, infrastruktur AI tersebut akan menjadi bagian dari ekosistem yang mencakup model AI, komputasi, jaringan, hingga layanan bagi perusahaan, pemerintah dan pengembang AI.
Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan kebutuhan AI kini bergerak dari tahap eksperimen menuju penerapan nyata sehingga dibutuhkan ekosistem komputasi yang terintegrasi.
Sementara itu, NVIDIA menyebut AI Factory sebagai bagian dari infrastruktur penting untuk mendukung pengembangan AI di tingkat negara maupun industri.
Zankore menggunakan arsitektur NVIDIA DSX yang menggabungkan accelerated computing, networking, power, cooling, dan operations dalam satu sistem.
Di Batang, pembangunan infrastruktur tersebut akan berlangsung di tengah perkembangan kawasan industri KITB yang terus menarik investasi baru.
Sumber: Humas Pemkab Batang
Editor: Utia Lil















