REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mulai merealisasikan pembangunan Tugu Batas Kota Rembang di kawasan Jalur Pantura. Landmark baru tersebut diproyeksikan menjadi penanda masuk wilayah Kabupaten Rembang sekaligus memperkuat identitas daerah.
Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTARU) Rembang, Agus Himawan, mengatakan pembangunan saat ini masih berada pada tahap pekerjaan konstruksi struktur.
Tugu itu akan dibangun dengan panjang sekitar 75 meter pada sisi kiri dan kanan. Proyek tersebut didukung melalui sinergi pendanaan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Gresik dan APBD Kabupaten Rembang dengan total anggaran sekitar Rp1,8 miliar.
“Dimulai bulan September, akhirnya nanti sampai Desember,” ujar Agus, Selasa, 29 September 2026.
Selain sebagai penanda wilayah, tugu dibangun dengan simbol-simbol kemaritiman jangkar dan ikan. Sementara landmarks ya bertuliskan Rembang Bangkit yang dipadukan dengan berbagai ornamen khas daerah.
Agus mengungkap penempatan tugu di sisi utara dan selatan Jalur Pantura turut mempertimbangkan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas di jalur nasional yang memiliki aktivitas kendaraan cukup tinggi.
“Sebenarnya idealnya di perbatasan. Tapi di perbatasan kita tidak bisa menemukan lahan. Itu butuh lahan dan juga persetujuan dari yang punya jalan,” katanya.
Pihaknya berharap tugu menjadi penanda administratif bagi kendaraan yang memasuki wilayah Kabupaten Rembang, tetapi juga menjadi landmark baru yang memperkenalkan karakter daerah kepada masyarakat.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Utia Lil















