REMBANG, Beritajateng.id – Festival kuliner bertajuk Njajan Fest 2026 akan digelar selama tiga hari pada 2-4 Oktober 2026 di Taman Kartini Rembang. Sekitar 113 pelaku usaha kuliner akan hadir untuk menjajakan beragam makanan untuk masyarakat.
Ketua Panitia Njajan Fest, Mohammad Gufron mengatakan jumlah peserta pelaku usaha kuliner tahun ini merupakan hasil seleksi dari sekitar 150 pendaftar.
“Pendaftar Njajan Fest sekitar 150-an, kita seleksi, dikurasi, akhirnya terpilih 113. Mulai kuliner legendaris hingga kuliner kekinian,” kata Gufron, Rabu, 30 September 2026.
Menariknya, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk Taman Kartini selama festival berlangsung. Masyarakat hanya perlu membayar parkir kendaraan.
Panitia juga memastikan harga makanan dan minuman tidak boleh dipatok terlalu tinggi agar festival tetap bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Jangan sampai harganya ngepruk, nggak boleh,” ujarnya.
Selain mencicipi kuliner dari berbagai pelaku usaha, pengunjung juga dapat menikmati sajian Kenduri Rasa secara gratis.
Selain kuliner, festival yang diinisiasi oleh PT Semen Gresik itu juga akan menghadirkan enam panggung hiburan dan sembilan ajang pencarian untuk menarik masyarakat datang dan menikmati suasana festival.
Njajan Fest tahun ini juga membawa target ekonomi yang cukup besar. Kepala Unit Komunikasi dan CSR PT Semen Gresik, Taufiq Susanto, mengatakan pada pelaksanaan 2025, sebanyak 91 peserta mencatatkan omzet sekitar Rp1,15 miliar.
Tahun ini jumlah peserta meningkat menjadi 113 pelaku usaha. Ia mengungkap panitia pun memasang target omzet hingga Rp2,5 miliar selama festival berlangsung.
“Kita berharap omzet naik. Tapi lebih dari itu, kita ingin Taman Kartini yang sepi bangkit kembali menjadi pusat gairah ekonomi dan kebudayaan warga,” kata Taufiq.
Konsep penyelenggaraan juga mengalami perubahan. Taufiq mengungkap jika dua tahun sebelumnya kegiatan berada di area parkir Taman Kartini, tahun ini seluruh kegiatan dipindahkan ke bagian dalam kawasan taman.
“Area yang lebih luas diharapkan membuat pengunjung lebih leluasa menikmati kuliner sekaligus berbagai pertunjukan,” katanya.
PIC Rumah BUMN Rembang, Sugeng Prayitno, menegaskan Njajan Fest juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pemberdayaan UMKM.
Para pelaku usaha tidak hanya diberi ruang untuk berjualan, tetapi juga mendapatkan pendampingan terkait branding digital, media sosial, transaksi QRIS, sertifikasi halal, NIB hingga HAKI.
“Ini menjadi semacam ekosistem pemberdayaan terpadu,” kata Sugeng.
Dengan 113 tenda kuliner, enam panggung pertunjukan, serta beragam hiburan seperti reog, barongan, orkes keroncong dan band, Njajan Fest 2026 diproyeksikan menjadi salah satu pusat keramaian ekonomi dan hiburan di Rembang pada awal Oktober.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Utia Lil















