REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana. Salah satunya melalui pemenuhan Alat Pelindung Diri (APD).
Kepala BPBD Rembang Fahrudin mengatakan, kebutuhan APD bagi petugas Pemadam Kebakaran (damkar) menjadi perhatian setelah insiden kebakaran di TPA Landoh.
“Pada saat itu pemadaman di TPA, saya ikut dan memang peralatannya masih sangat terbatas,” katanya, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurut Fahrudin, sejumlah perlengkapan pelindung petugas masih perlu ditambah, termasuk sepatu boots dan peralatan pendukung lainnya. Pengadaan APD itu direncanakan masuk dalam APBD Perubahan 2026 Pemkab Rembang.
“Insyaallah dengan di anggaran perubahan ini nanti akan pengadaan terkait dengan APD, termasuk sepatu dan sebagainya itu akan kami cukupi,” ujarnya.
Berdasarkan data, insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Rembang terjadi sebanyak 111 Kali pada 2026. Data tersebut menempatkan karhutla sebagai salah satu jenis kejadian yang cukup menonjol dibandingkan sejumlah jenis bencana lainnya.
Selain karhutla, data BPBD juga mencatat 20 kejadian longsor, 18 angin kencang, lima banjir, dan enam kejadian lainnya. Kondisi ini menunjukkan perlunya kesiapan petugas, bukan hanya dari sisi sumber daya manusia, tetapi juga kelengkapan APD ketika berada di lokasi kejadian.
Fahrudin mengakui masih terdapat keterbatasan. Namun, pihaknya memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.
“Yang namanya keterbatasan pasti ada. Tapi semua akan saya upayakan bisa memberi pelayanan terbaik untuk masyarakat dalam rangka tugas-tugas kebencanaan ini,” jelasnya. (Adv)
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Utia Lil















