KENDAL, Beritajateng.id – Layanan cek kesehatan gratis (CKG) di wilayah Desa Weleri, Kecamatan Weleri, diintegrasikan dengan penelusuran kasus Tuberkulosis (TBC). Kegiatan yang berlangsung Sabtu, 10 Oktober 2026 ini digelar di Aula Balai Desa setempat.
“Jadi, kegiatan ini adalah penelusuran TBC yang terintegrasi dengan CKG. Kebetulan juga digabung dengan Speling, sehingga ada dua program yang berjalan bersamaan,” ujar Kepala Puskesmas Weleri II, dr. Yuni Widiastuti.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya dan tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami gejala penyakit.
“Melalui CKG, masyarakat dapat melakukan deteksi dini penyakit menular maupun tidak menular. Dan ada tracing TBC yang dilakukan untuk menemukan kasus di tengah masyarakat sedini mungkin sehingga penanganan dapat segera diberikan sebelum penyakit berkembang lebih parah,” ungkap dr Yuni.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menyediakan pemeriksaan rontgen untuk mendukung skrining TBC. Sasaran awal kegiatan sebanyak 100 orang, namun jumlah warga yang memanfaatkan layanan diperkirakan mencapai sekitar 120 orang, termasuk pasien yang mengakses pemeriksaan dokter spesialis mata.
“Kami berharap masyarakat Desa Weleri bisa memanfaatkan layanan ini untuk deteksi dini. Semakin banyak kasus yang ditemukan lebih awal, harapannya bisa segera ditangani dan tidak sampai menjadi berat,” jelasnya.
Yuni mengimbau masyarakat agar tidak takut memeriksakan kesehatan sejak dini. Warga yang mengalami gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, demam, atau sesak napas diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas.
“Jangan takut untuk memeriksakan kesehatan. Kalau ada gejala batuk lebih dari dua minggu, demam, dan sesak napas, segera periksa ke puskesmas. TBC merupakan salah satu program prioritas pemerintah dan pengobatannya dapat diakses secara gratis sesuai ketentuan yang berlaku,” pesannya.
Direktur RSBH Kendal, dr. Luqman Hakiem, menyampaikan bahwa pihaknya turut mendukung pelaksanaan cek kesehatan gratis itu melalui program Speling (Dokter Spesialis Keliling). Pihaknya menerjunkan tenaga medis spesialis untuk membantu meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kami menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam, dr Noven Afiyata Nugraha, serta dokter spesialis mata, dr. Anggita C. Oktaviani,” terangnya.
Ia berharap kehadiran dokter spesialis di tengah masyarakat dapat memberikan manfaat nyata, terutama bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan tanpa harus terlebih dahulu datang ke rumah sakit.
“Semoga kegiatan ini membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Program Speling sangat bagus dan Insyaallah bisa membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Desa Weleri, Kiswoyo, turut menyambut baik pelaksanaan Speling, tracing TBC, dan CKG yang menyasar warganya. Menurutnya, layanan tersebut mendapat sambutan positif karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memeriksakan kesehatan, khususnya terkait TBC dan gangguan penglihatan.
“Alhamdulillah, warga sangat antusias, apalagi ada pemeriksaan TBC dan mata. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa kembali digelar di Desa Weleri dengan sasaran yang lebih banyak,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, puskesmas, dan rumah sakit tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang mudah dan terjangkau.
“Harapannya kedepan bisa digelar lagi di Weleri dan sasarannya bisa ditambah,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Utia Lil















