GROBOGAN, Beritajateng.id – 223 desa di wilayah Kabupaten Grobogan segera menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun ini. Sebagai persiapan, Polres Grobogan turut menyiapkan langkah pengamanan untuk mengantisipasi kejadian tak terduga.
Salah satunya yakni melatih para personel untuk menangani massa yang memprotes hasil penghitungan suara. Pelatihan ini digelar di lapangan Mapolres Grobogan pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama menegaskan setiap personel perlu memahami tugas dan tahapan tindakan agar dapat merespons perkembangan situasi di lapangan secara profesional.
“Latihan ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari kesiapan kita menghadapi potensi kerawanan Pilkades. Setiap personel harus memahami perannya, menjaga kesatuan komando, serta mampu bertindak cepat dan tepat sesuai prosedur ketika menghadapi situasi yang berkembang,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Pilkades memiliki karakteristik kerawanan tersendiri karena para calon umumnya memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Perbedaan pilihan dan dukungan dapat memunculkan fanatisme hingga gesekan apabila tidak dikelola secara bijaksana.
Potensi kerawanan tersebut dapat muncul sejak tahapan penetapan calon, penghitungan suara, hingga pengumuman hasil pemilihan. Ketidakpuasan terhadap proses maupun hasil pemungutan suara juga berpotensi memicu konsentrasi massa di kantor panitia, balai desa, atau kantor kecamatan.
“Karena itu dalam latihan tersebut personel turut ditekankan untuk memahami ketentuan pengendalian massa dan penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian. Setiap tindakan harus memiliki dasar yang jelas,” katanya.
Pendekatan humanis dan persuasif tetap menjadi prioritas. Personel diminta tidak terpancing provokasi, mampu mengendalikan emosi, serta menggunakan kekuatan hanya sesuai prosedur dan komando yang berwenang.
Selain kemampuan taktis, Kapolres juga menekankan pentingnya menjaga netralitas seluruh anggota Polri selama penyelenggaraan Pilkades. Personel diminta tidak menunjukkan keberpihakan kepada calon tertentu, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
“Pilkades adalah pesta demokrasi masyarakat desa. Kita harus hadir untuk memastikan seluruh tahapan berlangsung aman, tertib, dan damai tanpa keberpihakan,” ujarnya.
Kapolres menambahkan, latihan pemeliharaan kemampuan pelayanan unjuk rasa tersebut menjadi bagian dari persiapan operasi kepolisian mandiri kewilayahan dengan sandi Aman Desa 2026.
“Melalui latihan ini, kami berkomitmen untuk mengawal seluruh tahapan Pilkades di wilayah Kabupaten Grobogan agar berlangsung aman, damai, dan kondusif,” pungkas AKBP Endhie.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Utia Lil















