BATANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang mewajibkan seluruh sekolah jenjang SD dan SMP untuk memakai jasa penjahit lokal dalam pengadaan seragam sekolah gratis untuk peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, menuturkan Pemkab Batang telah menerbitkan surat edaran mengenai hal ini, Surat itu bertujuan memastikan program berjalan secara resmi.
“Sudah kami keluarkan surat edaran kepada seluruh kepala sekolah SD dan SMP. Intinya, pelaksanaan pengadaan seragam dilakukan oleh sekolah dengan mengutamakan penjahit yang berada di sekitar sekolah masing-masing,” katanya, Sabtu, 27 Juni 2026.
Bagi sekolah yang disekitarnya tidak ada penjahit, Bambang menuturkan sekolah tersebut boleh mencari penjahit dari luar wilayah.
Selain itu, ia mengungkap Disdikbud juga telah menetapkan besaran alokasi anggaran seragam yang diterima sekolah setelah memperhitungkan kewajiban perpajakan.
“Untuk jenjang SD dialokasikan sebesar Rp125 ribu per siswa, sedangkan jenjang SMP sebesar Rp150 ribu per siswa. Total anggaran yang disiapkan pemerintah daerah mencapai sekitar Rp3,7 miliar dengan sasaran sekitar 10.000 peserta didik baru,” jelasnya.
Selain pemberdayaan penjahit lokal, Disdikbud juga mengatur proses pengukuran seragam agar dilakukan secara langsung kepada setiap siswa saat daftar ulang atau registrasi. Pengukuran wajib melibatkan penjahit yang ditunjuk sekolah.
Menurutnya hal ini agar ukuran seragam benar-benar sesuai dengan kondisi masing-masing siswa. Seluruh proses tersebut juga harus didokumentasikan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program.
Mengenai isu monopoli vendor, Bambang menegaskan tidak benar. Menurutnya, dinas tidak pernah menunjuk satu penyedia tertentu maupun melakukan pengondisian dalam pengadaan seragam.
“Arahan pimpinan sangat jelas, sekolah memberdayakan penjahit lokal di sekitar wilayahnya. Kalau memang tidak mampu baru mencari di luar,” terangnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















