BLORA, Beritajateng.id – Sebanyak tiga motor dilaporkan hilang dicuri dalam acara orkes sedekah bumi di Dukuh Kopen, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Kamis, 30 Maret 2026. Kapolsek Todanan, Iptu Suhari mengungkap saat ini yang melaporkan kehilangan motor baru tiga orang. Pihaknya pun membantah isu 8 kendaraan yang hampir kemalingan.
“Kalau jumlah 8 itu cuma kata-katanya saja. Jadi tidak ada dasarnya. Yang diketahui pihak kepolisian cuma 3. Tapi yang melapor secara resmi hanya 1, karena yang 2 tidak dilengkapi surat-surat yang sah,” ungkapnya, Sabtu, 2 Mei 2026.
Ia menceritakan acara hiburan rakyat ini berlangsung mulai jam 19.00 sampai pukul 22.00 WIB. Ramainya penonton membuat pengamanan oleh aparat difokuskan di dekat panggung untuk mengantisipasi terjadinya tawuran.
“Penonton kan lumayan ramai. Terus ya rata-rata pengamanan kan full. Di dekat panggung lah, untuk menghindari tawuran antar penonton,” jelas dia.
Pihaknya sudah mengimbau kepada panitia penyelenggara untuk membuat kantong parkir dengan dibebani biaya, namun menurutnya panitia tidak mengindahkan imbauan tersebut.
“Tapi kemarin panitia sudah saya kasih arahan, harus ada kantong parkir. Kalau bisa bayar enggak apa-apa tapi nyatanya panitia bandel juga,” jelasnya.
Parkir yang dinilai semrawut itu pun menjadi tidak terpantau. Kondisi itu menurutnya dijadikan kesempatan bagi pelaku untuk melancarkan aksinya menggondol kendaraan.
“Ya akhirnya namanya penonton ramai kan. Tempat parkir di mana-mana berserakan enggak teratur. Jadi digunakan kesempatan para pelaku itu untuk beraksi. Kalau jumlah delapan itu tidak. Menurut saya enggak benar juga,” ujarnya.
Menurutnya pemilik motor mengetahui kehilangan tersebut setelah acara orkes selesai.
“Iya itu pada mau pulang, baru tahu kalau motornya pada enggak ada,” jelasnya.
Suhari merinci motor yang hilang yakni Honda Scoopy, Honda Beat dan Honda CRF. Dari ketiga motor tersebut hanya Honda CRF yang memiliki surat.
“Honda CRF kayak trail itu mas. Yang beat sama Scoopy itu enggak ada surat-suratnya. Yang ada (surat) itu yang Honda CRF,” jelasnya.
Dalam pengamanan orkes dangdut itu, kata dia, terdapat personel gabungan dari kepolisian, koramil dan satpol PP.
“Dari Polsek aja 20 personel, mas. Dari Koramil 10 personel. Terus ada Satpol PP, karena banyaknya penonton. Tempat itu juga agak luas. Bukan di lapangan, tapi di tanah kosong tapi agak luas gitu,” bebernya.
Dari kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu menyisir CCTV yang ada di dekat lokasi. Saat ini pelaku dalam penyelidikan.
“Terus kita menyisir CCTV CCTV yang ada di pinggir-pinggir jalan itu siapa tahu pelaku keluar atau pulang melalui jalur itu. (Pelaku) dalam tahap penyelidikan. Untuk mengumpulkan bahan-bahan keterangan yang ada di sekitar situ,” jelas dia.
Pemilik motor diketahui merupakan warga Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati dan warga Desa Kembang, Kecamatan Todanan, Blora.
“Yang tidak ada surat-suratnya dua itu warga Pucakwangi Pati. Yang satu yang ada suratnya itu Desa Kembang, Todanan,” jelas dia.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















