BLORA, Beritajateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan proyek Embung Karangjati di Kabupaten Blora yang telah selesai dibangun. Ia berharap embung tersebut mampu menyuplai pasokan air bagi sektor pertanian di wilayah sekitar.
“Embung ini nanti dapat menghidupi 40 hektar lahan pertanian dan bisa sampai tiga kali panen. Kemudian bisa meningkatkan UMKM di wilayah kita,” katanya, Senin, 2 Maret 2026.
Melihat potensi besar tersebut, ia meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk kembali mencari lokasi dan membangun embung-embung baru pada 2026.
Tercatat, pada 2025 ada sekitar 10 embung yang dibangun oleh Pemprov Jateng dengan nilai mencapai Rp43 miliar yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.
Menurut Luthfi semakin banyak embung yang dimiliki Jateng maka potensi produktivitas padi akan semakin meningkat. Luthfi mengungkap pihaknya menargetkan produktivitas padi mencapai 9,5-10,5 juta ton.
“2026 kita tingkatkan kembali, karena ini betul-betul mengaktifkan lagi ekonomi rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan terima kasih atas terwujudnya Embung Karangjati tersebut. Menurutnya embung tersebut sudah dinanti-nanti oleh kelompok tani dan masyarakat sekitar sejak 2017 silam.
“Awalnya ini masuk proyek strategis nasional, tetapi respon Pemprov Jateng lebih cepat sehingga bisa dibangun tahun ini selesai,” katanya.
Keberadaan Embung Karangjati tersebut diharapkan bisa memicu pertumbuhan produksi padi di Kabupaten Blora. Ia juga berharap ada lebih banyak lagi embung-embung yang dibangun di Blora.
“Memang kami komitmen untuk mendukung ketahanan pangan tahun 2026. Untuk ternak kami terbesar di Jateng, jagung kedua, dan padi keenam. Embung ini akan meningkatkan produksi padi,” jelasnya.
Perwakilan kelompok tani setempat, Karyono, mengaku senang karena telah dibangunkan embung di kelurahannya. Dengan adanya embung itu, ia berharap masa tanam kelompok tani di Sidodadi Kelurahan Karangjati yang biasanya hanya satu kali dalam setahun bisa meningkat.
“Sumber air di sini tadah hujan. Tanam padi cuma sekali, kalau coba dua kali itu banyak gagalnya karena kurang air. Dengan bantuan embung ini bisa menanam sampai tiga kali,” jelasnya.
Sebagai informasi tambahan, pembangunan Embung Karangjati memakai lahan pertanian seluas 5 hektar, untuk kebutuhan 2 kolam embung dan disposal atau area pembuangan sisa galian embung.
Embung Utara memiliki dimensi 78×68 m² dengan volume tampungan embung mencapai sekitar 18.678 m³. Sementara Embung Selatan berdimensi 138×93 m² dengan volume tampungan embung mencapai 49.320 m³.
Proses pembangunan itu, diproyeksikan dapat mengairi lahan pertanian seluas kurang lebih 40 hektar. Tak hanya itu, Embung Karangjati sebagai solusi penanganan banjir di wilayah kota di Kabupaten Blora.
Adapun nilai anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp8,5 miliar yang bersumber dari APBD Jawa Tengah tahun 2025.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















