BLORA, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora tahun ini tidak menambah target perluasan area tanam tembakau. Hal itu didasarkan pada hasil capaian di 2025 yang tidak sesuai target akibat cuaca alam yang tidak menentu.
Diketahui, areal tanam tembakau tahun 2025 ditargetkan naik 500 hektar dari 2024 yang mencapai 2.800 hektar menjadi 3.200 hektar. Namun, pada akhir 2025, Pemkab Blora hanya mampu mencapai 2.895 hektar.
Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora, Ngaliman, mengatakan target perluasan areal tanam tembakau tahun ini masih sama dengan tahun 2025.
“Target masih sama dengan yang kemarin, tidak dinaikkan,” ujar Ngaliman, Jumat, 1 April 2026.
Lebih lanjut, Ngaliman mengungkapkan jatah Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk DP4 tahun ini mengalami penurunan drastis. Pada 2025, Blora mendapatkan sekitar Rp4 miliar, sementara di 2026 hanya tersisa sekitar Rp1,4 miliar.
Kendati demikian, Ngaliman tetap optimistis bahwa target perluasan areal tanam tembakau di Kabupaten Blora tahun lalu, dapat diwujudkan pada tahun ini.
“Kalau bisa menambah tidak, istilahnya justru mengoptimalkan luas lahan yang ada. Tapi bukan berarti mengurangi lahan,” katanya.
Saat ini pihaknya telah melakukan kerjasama dengan PT Sadana agar dapat menyerap hasil tembakau dari Kabupaten Blora. Bahkan, jumlah serapan yang mampu dilakukan diperkirakan mencapai 1600 hektar.
“Kita sudah membangun kemitraan dengan PT sadana, setiap panennya akan diterima sama PT Sadana. Per tahun bisa 1600 hektar yang sudah bekerjasama dengan PT Sadana,” katanya.
Pihaknya berharap, petani tembakau di Kabupaten Blora tetap melanjutkan penanaman tembakau. Pasalnya tanaman tembakau dari Blora sudah menjadi identitas.
“Kalau sudah seneng tembakau jangan sampai tidak menanam tembakau gara-gara DBHCHT. memang DBHCHT turun, bukan berarti petani menanam tembakau itu turun,” tandasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















